Jakarta, panjimas – Selasa (21/1) pagi di Kantor Pusdatin, Tangerang Selatan, Banten, menjadi saksi lahirnya sebuah gebrakan baru di dunia pendidikan Indonesia. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi meluncurkan “Rumah Pendidikan,” sebuah portal layanan digital terintegrasi yang digadang-gadang menjadi tonggak penting dalam transformasi digital pendidikan di Tanah Air.
Bayangkan sebuah rumah besar, dengan banyak ruangan yang saling terhubung. Di dalamnya, guru, murid, orang tua, sekolah, pemerintah daerah, hingga masyarakat luas dapat dengan mudah mengakses berbagai layanan pendidikan. Itulah gambaran sederhana dari “Rumah Pendidikan,” yang diwujudkan dalam bentuk Super Aplikasi versi Beta dan dapat diakses melalui laman rumah.pendidikan.go.id atau diunduh melalui Play Store.
Lebih dari sekadar deretan aplikasi, Rumah Pendidikan merupakan perwujudan dari Cetak Biru Transformasi Digital Kemendikdasmen. Sebuah peta jalan strategis yang dirancang untuk menyatukan lebih dari 986 aplikasi pendidikan yang sebelumnya terfragmentasi, menjadi satu ekosistem digital yang inklusif, efisien, dan berkelanjutan hingga 2029.
“Dengan semangat bergerak cepat, bekerja cepat, Alhamdulillah Rumah Pendidikan ini bisa kita luncurkan bersama-sama dan bisa menjadi bagian dari layanan pendidikan yang mudah-mudahan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pendidikan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, dengan penuh optimisme dalam sambutannya.
Rumah Pendidikan, lanjut Menteri Mu’ti, adalah pengejawantahan dari budaya RAMAH (responsif, akuntabel, melayani, adaptif, dan harmonis) yang sedang dibangun Kemendikdasmen. “Ini adalah nama baru yang diambil dari budaya yang sedang Kemendikdasmen yakni menjadikan kementerian sebagai Rumah Pendidikan dengan layanan publik yang RAMAH,” terangnya, menjelaskan filosofi di balik nama tersebut.
Menteri Mu’ti pun tak menampik bahwa era digitalisasi adalah sebuah keniscayaan. “Oleh karena itu, kami senantiasa berusaha untuk memberikan data yang akurat, valid, dan tervalidasi dengan sebaik-baiknya,” terangnya, menegaskan komitmennya untuk memanfaatkan teknologi demi kemajuan pendidikan, dengan tetap mengedepankan tanggung jawab dalam pengelolaan data.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti melihat web Rumah Pendidikan
Solusi
Dalam laporannya, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menjelaskan bahwa Rumah Pendidikan akan menjadi solusi utama integrasi layanan digital, khususnya untuk jenjang PAUD, pendidikan dasar, dan menengah, baik formal maupun nonformal.
“Program ini menawarkan solusi utama integrasi layanan digital pendidikan kususnya Pauddasmen melalui Super-Apps Rumah Pendidikan untuk memudahkan pemerintah, sekolah, guru, orang tua, peserta didik, dan masyarakat dalam menggunakan seluruh layanan digital pendidikan untuk mewujudkan ‘Pendidikan Bermutu untuk Semua’,” jelas Suharti, dikutip dari siaran pers Kemendikdasmen yang diterima Tagar.co, Selasa (21/1/25) petang.
Gebrakan baru Kemendikdasmen ini pun mendapat apresiasi positif. Anggota Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menyebut peluncuran Rumah Pendidikan sebagai “kado yang indah di awal tahun.” Dia berharap agar pengambilan kebijakan berbasis data dapat diterapkan di Kemendikdasmen. “Dengan data yang terbuka siapapun warga pendidikan bahkan kami di DPR sangat terbantu dalam melakukan pengawasan. Selamat dan semoga program ini bisa dijalankan dengan baik,” tuturnya.
Rumah Pendidikan ini terbagi dalam delapan ruang utama yang terbagi menjadi dua pilar, yakni Pilar Utama yang terdiri dari ruang GTK, ruang murid, ruang sekolah, dan ruang bahasa. Sementara itu terdapat Pilar Pendukung yang melingkupi ruang orang tua, ruang pemerintah, ruang mitra, dan ruang publik.
Dengan diluncurkannya Rumah Pendidikan, Kemendikdasmen seolah membuka pintu lebar-lebar menuju masa depan pendidikan Indonesia yang lebih cerah. Sebuah masa depan di mana teknologi dan pendidikan berjalan beriringan, menghadirkan akses yang lebih mudah, layanan yang lebih terintegrasi, dan pada akhirnya, kualitas pendidikan yang lebih baik bagi seluruh anak bangsa.
