Mendikdasmen Berikan Apresiasi dan Pesan Motivasi kepada Lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Ahmad Dahlan (UAD)

Yogya, panjimas – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, memberikan apresiasi dan pesan motivasi kepada para lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Guru Tertentu Tahun 2024 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Dalam acara pelepasan yang digelar pada hari Ahad (2/2/23), ia mengajak seluruh lulusan untuk menjadi teladan bagi peserta didik.

“Selamat untuk Bapak dan Ibu guru yang telah dinyatakan lulus mengikuti PPG bagi Guru Tertentu ini. Semoga apa yang didapatkan dalam pendidikan tersebut menjadi pengalaman berharga dan modal untuk peningkatan kualitas serta profesionalisme sebagai guru,” ujar Abdul Mu’ti secara daring.

Menteri Mu’ti juga memaparkan arah kebijakan Kemendikdasmen, terutama terkait peran guru dalam peningkatan kualitas pendidikan guna mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. Menurutnya, guru adalah penentu utama dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan.

“Sosok guru sebagai mentor, motivator, inspirator, dan teladan adalah peran yang sangat diperlukan dalam era ini. Guru adalah sosok yang tidak dapat tergantikan oleh kecanggihan teknologi, kehadirannya menyejukkan hati, menjadi harapan murid mendapatkan ilmu baru, dan penentu keberhasilan pendidikan bagi anak-anak bangsa,” ungkapnya.

Menteri Mu’ti menyadari bahwa peningkatan kompetensi guru tidak hanya cukup dengan pemenuhan kualifikasi. Pada tahun ini, Kemendikdasmen akan memberikan bantuan kepada guru yang belum berpendidikan D4/S-1 agar dapat melanjutkan dan menyelesaikan pendidikannya.

“Selain bantuan pendidikan, kami juga telah melakukan kemitraan dengan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dan Perguruan Tinggi yang terakreditasi unggul. Kami meyakini, dengan belajar di lembaga pendidikan yang unggul, para guru juga akan mendapatkan kualitas pembelajaran yang unggul pula. Selain itu, kami juga menghidupkan kembali berbagai pelatihan untuk para guru yang menekankan peran sebagai konselor bagi peserta didik,” tuturnya.

Mengakhiri sambutannya, Menteri Mu’ti menekankan dua makna penting dari proses belajar mengajar. Pertama, guru menjadi sumber inspirasi dan menggerakkan peserta didik untuk belajar. Kedua, murid termotivasi belajar mandiri dan menggali lebih dalam dari apa yang ia dapatkan di ruang kelas.

“Selesai PPG Guru Tertentu ini tentu kita harus selalu belajar untuk meningkatkan kualitas diri. Sehingga kegiatan mengajar bukan menjadi proses rutinitas semata, namun juga menjadi upaya meningkatkan profesional diri agar menjadi guru yang lebih baik di masa mendatang,” ujarnya, dikutip dari siaran pers Kemendikdasmen yang diterima media, Senin (3/2/25) sore.

Sebagian lulusan PPG bagi Guru Tertentu di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta

Pengalaman Berharga PPG Guru Tertentu

Lebih dari 10.000 guru dinyatakan lulus dalam acara pelepasan ini. Salah satu lulusan asal Yogyakarta, Sulastri, menceritakan kesan mendalamnya selama mengikuti pendidikan PPG. “Puji syukur saya dapat menyelesaikan pendidikan ini dengan tuntas, sertifikat pendidikan pun juga telah diterima tanpa mengeluarkan biaya apapun. Layaknya bunga yang tumbuh di bebatuan, saya terus berjuang menjadi seorang guru dengan tekad mengabdi kepada negeri ini, di tahun 2024 saya berhasil lulus PPG serta menimba ilmu di Universitas Ahmad Dahlan,” ungkapnya dengan terharu.

Sulastri mengajak semua guru untuk terus menggali potensi diri setelah lulus dari PPG. “Kesuksesan merupakan buah dari perjuangan dan pengorbanan, peningkatan kualitas diri merupakan upaya yang tak ternilai harganya guna mencerdaskan para generasi bangsa,” pungkasnya.

Kesan lainnya juga diungkapkan oleh Rika Mustika, guru SMA asal Tasikmalaya. Menurutnya, PPG bagi Guru Tertentu membuka pikirannya tentang diferensiasi, bagaimana guru harus menggali potensi semua peserta didik tanpa membedakan satu dengan lainnya.

“Semoga PPG bagi Guru Tertentu ini akan terus berlanjut di tahun mendatang, sehingga praktik baik dan manfaat yang didapatkan dari program ini dapat dirasakan oleh para guru lainnya,” papar Rika.

Senada dengan Sulastri dan Rika, Imam Heri Prasetyo, guru SD asal Purwodadi, juga mengungkapkan kesan baiknya. Ia menyebutkan bahwa pengabdiannya sebagai guru telah dilakukan sejak tahun 2017, dan ia bersyukur akhirnya dapat lulus PPG bagi Guru Tertentu.

“Banyak paradigma yang membuka pemikiran saya untuk menghadirkan kesejukan dan kegembiraan peserta didik di ruang kelas. Program ini sangat baik, bagus, dan layak dilanjutkan oleh generasi guru-guru selanjutnya,” tutup Heri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *