Jakarta, panjimas – Pengajian Malam Selasa merupakan tradisi yang telah mengakar dalam sejarah Muhammadiyah sejak masa pendirinya, K,H. Ahmad Dahlan. Pengajian ini berfungsi sebagai sarana pembinaan ideologi dan pemahaman keislaman bagi para pengurus dan anggota Muhammadiyah.
Pada masa awal Muhammadiyah, pengajian-pengajian seperti Malam Selasa dan Malam Jumat menjadi media penting untuk menyebarkan pemikiran Islam berkemajuan. K.H. Ahmad Dahlan dan para perintis Muhammadiyah menggunakan forum ini untuk membuka cakrawala pemikiran umat melalui diskusi dan ceramah yang mendalam.
Pengajian Malam Selasa khususnya ditujukan bagi pimpinan Muhammadiyah dan dikenal dengan sebutan dawil qurba. Kegiatan ini telah berlangsung sejak masa penjajahan Belanda dan menjadi wadah konsolidasi internal serta penguatan ideologi persyarikatan.
Seiring berjalannya waktu, Pengajian Malam Selasa mengalami berbagai dinamika. Pada masa pandemi Covid-19, pengajian ini sempat vakum secara luring dan beralih ke format daring. Namun, pada 9 Oktober 2023, Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengaktifkan kembali pengajian ini secara langsung (offline) di Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta. Langkah ini merupakan upaya untuk menjaga amanah dan sanad keilmuan yang diwariskan oleh K.H. Ahmad Dahlan.
Pengajian ini tidak hanya menjadi sarana penguatan internal, tetapi juga berfungsi sebagai media untuk membahas isu-isu aktual yang relevan dengan perkembangan zaman.
Dengan demikian, tradisi Pengajian Malam Selasa tetap relevan dan berperan penting dalam menjaga semangat pembaruan dan pencerahan dalam tubuh Muhammadiyah hingga saat ini.
