Jakarta, panjimas – Prof Sudarnoto Abdul Hakim yang hari ini (3/2/2025) genap berusia 66 tahun adalah salah seorang ulama dan cendekiawan yang dimiliki Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Untuk itu sebagai bagian dari MUI, Buya Amirsyah Tambunan yang saat ini menjadi Sekjen MUI memberikan apresiasi dan ucapan selamat karena Prof Sudarnoto telah menentukan pilihan hidup sebagai ulama intelektual atau intelektual yang Ulama, ketika Buyaa Amirsyah ditanya media usai peluncuran tiga buku Prof Sudarnoto di Kampus Uhamka, Pasar Rebo Jakarta, Senin (3/2/25).
Lebih lanjut dirinya mengatakan bahwa dapat di lihat rekam jejak rekannya di MUI tersebut sebagai seorang akademisi dan aktivis Muhammadiyah dan dari sejumlah karya tulis dan makalah di bidang sejarah Islam dan Politik Asia Tenggara.
Latar belakang dapat di lihat dari kelahiran Prof Sudarnoto dari keluarga santri di Kauman, Banjarnegara sebagai anak sulung dari Zaini Ibrohim-Samhah.
Prof Sudarnoto besar di Pesantren Persis Bangil, dekat Pasuruan. Lulus dari pesantren, ia melanjutkan pendidikan tingginya di Fakultas Adab Institut Agama Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (sekarang UIN). Di jenjang sarjana, sejak awal menekuni sejarah mulai dari tulisan risalah tentang konflik politik Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah bin Abu Sufyan.
Ia mengambil studi magister (S2) di Universitas McGill Kanada. Ia menempuh program doktoral (S3) di IAIN Jakarta.
Setelah selesai dari dunia akademik sebagai Pembantu Rektor UIN Jakarta selama dua periode kemudian dirinya melanjutkan karier sebagai ulama (2016 s/d 2022) dan diangkat menjadi Ketua Komisi Pendidikan dan Kader MUI.
Kemudian Prof Sudarnoto juga di berikan amanah sebagai Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional (2020-2025).
Banyak pihak yang mengapresiasi terbitnya tiga buku dirinya. Turut hadir memberikan apresiasi, Prof Dr.HM.Din Syamsuddin, MA, Dr. Hidayat Nur Wahid, Prof.Dr. Muhajir Effendy, M.AP, Dr. Anwar Abbas dan tokoh lainnya.






