Januari 16, 2026
Panjimas
NasionalNews

Seminar Sehari dan Bedah Buku Biografi KH Yusuf Hasyim

Jombang, panjimas – Tercatat dalam sejarah Perjuangan Bangsa KH. Muhammad Yusuf Hasyim, terlibat langsung menghadapi agresi militer Belanda. Sejak belia (16 tahun) sudah tergabung dengan barisan perjuangan Islam Lasykar Hisbullah.

Krenanya, kemudian Pak Ud—-panggilan karibnya— dikenal luas sebagai figur “Kiai Komplit”. Disamping Allahyarham sebagai Kiai pengasuh Pesantren, juga memiliki latar belakang sebagai Pejuang Kemerdekaan, bahkan lama juga tergabung dalam aktivitas politisi hingga sebagai anggota DPR GR dan DPR RI.

Senin (3 Februari 2025) di Aula lantai 3 Gedung KH. M Yusuf Hasyim Tebuireng Jombang, digelar Seminar Sehari dan Bedah Buku Biografi KH. Muhammad Yusuf.

Dr (HC) Dra Hj Khofifah IndarParawansa, Gubernur Jawa Timur terpilih, bersama KH. Abdul Halim Machgif, Pimpinan Pengasuh PP Tebuireng bertindak sebagai Keynote Speaker. HM Mas’ud Adnan, Msi sebagai Moderator dan sejumlah Akademisi sebagai narasumber diantaranya Dr H. Aguk Irawan Lc MA, Prof Dr KH Asep Syarifuddin Chalim MA, Prof Usep Abul Matinya, S.Ag, MA, P.hd. Kemudian salah satu putra Allahyarham Pak Id, KH. M. Irfan Yusuf Hasyim, Msi—Kepala Badan Penyelenggara Haji. Sementara Dr. H. Fadli Zon Ss. Msi — Menteri Budaya— juga sebagai narasumber hadir Virtual dalam Video Call.

Biografi KHM. Yusuf Hasyim yang disusun oleh Aguk Irawan Lc, MA dan HM. Mas’ud Adnan Msi, merupakan yang kedua. Sebelum ini pernah terbit dan dua kali dicetak Biografi dengan titel “Sang Pejuang Sejati” Yang diedit HM. Halwan dan Yusuf Hidayat. Terbitan pertama untuk menandai peri gatan 100 Hari wafat Pak Ud (April 2007).

Dalam satu tulisan, Allahyarham KH. Hasyim Muzadi–Ketua PB NU– mengungkap, kendati Pak Ud putra penduri NU, memang tidak sekadar mengurus Pesantren, melainkan juga aktif dalam organisasi NU. Sampai sekarang nyaris tidak ada yang mampu menyamai perjuangannya dalam mebesarkan organisasi berlambang bintang sembilan ini.

Allahyarham Sholahuddin Wahid— kemenakan yg juga sebagai penerus memimpin PP Tebuireng dalam catatannya mengutip kesaksian para sahabat yang melihat sosok KHM Yusuf Hasyim seutuhnya. Beberapa kejadian atau peristiwa sebagai sesuatu yang melekat pada diri Pak Ud, diantarnya Peristiwa Madiun 1948 dan Peristiwa G 30 S PKI 1965.

Pak Ud senantiasa berada di barisan terdepan menghadapi munculnya, yang menurutnya sebagai Neo PKI. Yang paling dikenang adalah peristiwa membobol penjara Ponorogo tahun 1948. Penjara yang sudah dililit kabel-kabel dinamit, berhasil dibobol dan menyelamatkan Komandan Kapten Hambali dan dua pimpinan Pondok modern Gontor KH. Imam Zarkasyi dan kakaknya KH Imam Sahal.

Seminar Sehari dan Bedah Buku Biografi, yang mengungkap perjuangan nyata Allahuyarham KH. Muhammad Yusuf Hasyim, Bertujuan sebagai pertimbangan penganugerahan Pahlawan untuk KH. Muhammad Yusuf Hasyim

KH. Muhammad Yusuf Hasyim adalah putra bungsu Hadratus Syeih KH. M. Hasyim Asy’ari dan Ibu Nyai Nafiqoh. Wafat 14 Januari 2007 di ICU Lantai II Gudung Bedah Pusat Terpadu RSUD Dr Soetomo Surabaya

Related posts

Muhammadiyah Dorong Internasionalisasi Pendidikan Tinggi

Admin

Negeri ini Butuh Pengusaha Berhati Nurani dan Cerdas

Admin

Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) Jalin Kerja Sama dengan Filipina dan Cina, Siapkan Lulusan Siap Bersaing di Era Digital!

Admin

Leave a Comment