Jakarta, panjimas – Ketua Umum (Ketum) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menyinggung soal pernyataan para pejabat publik yang dapat menimbulkan kontroversi.
Mulanya, Haedar mengingatkan para pejabat agar menjadikan bulan Ramadhan 1446 Hijriyah sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan menjalankan amanah rakyat.
“Indonesia tidak cukup dikelola dengan cara pragmatis semata tetapi memerlukan kedalaman dan keluasan ilmu,” kata Haedar dalam konferensi pers Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal dan Zulhijah yang disiarkan melalui kanal YouTube kanal PP Muhammadiyah, Rabu (12/2/2025).
Kemudian, Haedar meminta agar para pejabat publik untuk menjaga pernyataannya supaya tidak menimbulkan kontroversi dan keresahan.
“Dengan itu dapat melahirkan kearifan memimpin, termasuk pejabat publik bahwa jaga pernyataan-pernyataan agar tidak menimbulkan kontroversi dan keresahan apalagi yang bersifat merendahkan,” ujarnya.
Menurut Haedar, arogansi diri yang berlebihan dan mengenyampingkan kebutuhan spiritual dapat menyebabkan munculnya pernyataan yang bikin gaduh di masyarakat.
“(Pernyataan) yang mungkin lahir dari arogansi diri dan sikap berlebihan membela sesuatu yang bersifat duniawi, padahal kehidupan perlu spiritualitas tinggi dalam agama dan nilai-nilai leluhur kehidupan,” katanya. Oleh sebab itu, Haedar mengingatkan agar para pejabat untuk menjauhi hal-hal buruk dalam membangun negara Indonesia melalui sejumlah kebijakan.
“Jadikan amanah mandat luhur atas nama Allah yang melahirkan keterpercayaan, keadilan, dan kebaikan, serta jiwa kenegarawanan seraya menjauhi hal hal yang buruk, korupsi, pemborosan, penyalahgunaan kekuasaan,” ujar Haedar
