Haedar Soal Pentingnya Kampus Muhammadiyah Punya Asrama: Pendidikan Karakter

Yogya, panjimas – Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan pentingnya asrama bagi perguruan tinggi Muhammadiyah. Baik itu asrama jangka pendek maupun jangka panjang.

“Sistem berasrama ya, apa pun baik yang jangka pendek ada yang sebulan, dua bulan, tiga bulan. Jangka panjang per tahun gitu,” kata Haedar saat ditemui di acara peninjauan lokasi Rusunawa Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (Unisa Yogyakarta) di Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Senin (17/2).

Keberadaan asrama di kampus Muhammadiyah penting untuk membangun karakter mahasiswa.

“Karena dengan asrama kita bisa mengembangkan pendidikan karakter yang kuat,” jelasnya.

Saat ini yang tengah menjadi masalah di bangsa ini adalah soal karakter. Dampaknya muncul korupsi hingga penyalahgunaan wewenang.

“Problem bangsa ini problem karakter, ya. Di samping memang aspek skill dan sebagainya. Jadi Indonesia ke depan itu problem korupsi, problem penyalahgunaan kekuasaan, itu kan problem karakter,” kata Haedar.

“Kita berharap Muhammadiyah akan memperkuat itu (karakter). Jadi sistem berasrama merupakan bagian dari policy Muhammadiyah di berbagai dan seluruh perguruan tinggi dan perguruan tinggi Muhammadiyah,” pungkas Haedar.

Menteri PU Dukung
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo yang turut meninjau lokasi Rusunawa Unisa Yogyakarta mengatakan, pihaknya mendukung pembangunan rusunawa ini.

“Saya kebetulan bawa Kepala Balai saya, nanti secara teknis Kepala Balai akan berbicara dengan tim teknis yang ada di ‘Aisyiyah akan bicara DED [Detail Engineering Design]-nya, baru bicarakan masalah penganggarannya. Diupayakan bisa secepat-cepatnya,” kata Dody.

Sekilas Rusunawa
Rusunawa baru di Unisa Yogyakarta ini rencananya akan dibangun 6 lantai dengan kapasitas 300 mahasiswa. Rusunawa baru ini akan melengkapi asrama yang sebelumnya sudah lebih dahulu ada dengan kapasitas 200 mahasiswa.

Warsiti mengatakan nanti mahasiswa baru akan secara bergilir selama satu sampai dua bulan tinggal di asrama.

“Rusunawa tidak kami peruntukkan untuk mahasiswa dalam waktu permanen tapi kami gunakan secara bergulir untuk mahasiswa baru mengikuti kegiatan atau pelatihan karakter, dan juga pembinaan kepribadian dan kepemimpinan,” kata Rektor Unisa Yogyakarta Warsiti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *