Tasikmalaya, panjimas – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menginisiasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai pengganti ujian nasional. Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin, saat menyertai kunjungan kerja Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, bersama anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah, di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Ahad (23/2/24).
“TKA akan diberlakukan pada tahun ini untuk kelas 12 SMA/SMK. Kami juga sudah bersinergi dengan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri bahwa TKA ini akan menjadi indikator penilaian jalur prestasi,” papar Toni, dalam dialog di Pesantren Amanah Muhammadiyah.
Selain itu, Toni menambahkan TKA sifatnya tidak wajib dan bukan menjadi sebuah penilaian standar kelulusan. “TKA ini juga akan menjadi berbagai indikator untuk masuk dari SD ke SMP dan SMP ke SMA. Untuk pelaksanaan TKA SD dan SMP akan mulai dilakukan pada tahun depan,” ucapnya.
Komitmen terhadap Pendidikan Karakter dan Infrastruktur
Sebelumnya Abdul Mu’ti mengungkapkan masud kunjungannya ke Pesantren Amanah Muhammadiyah. “Kehadiran saya di sini ingin memberi semangat dan motivasi kepada seluruh santri. Melihat semangat kalian, saya optimis generasi emas Indonesia 2045 dapat kita capai dengan baik,” ungkapnya, dikutip dari siaran pers Kemendikdasmen yang diterima media, Senin (24/2/25) siang.
Pada kesempatan itu, Menteri Mu’ti juga memberikan pesan motivasi kepada seluruh santri. Ia menyebut, untuk menggapai masa depan gemilang diperlukan pendidikan karakter yang kuat dan akhlak yang mulia.
“Sejatinya substansi penyelenggaraan pendidikan adalah untuk membentuk karakter dan budaya bangsa, yang pondasinya adalah ilmu. Oleh karena itu, sangat penting untuk kita semua menjalankan proses pembelajaran dengan mengedepankan pendidikan karakter,” ujar Menteri Mu’ti.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pesantren At-Tajdid Muhammadiyah Tasikmalaya.
Selain pembahasan mengenai TKA, dalam kunjungan ini Ferdiansyah juga menyoroti kelanjutan Program Indonesia Pintar (PIP). Ia menyatakan bahwa Komisi X DPR RI terus mendorong pemerintah agar program beasiswa ini tetap berjalan meski ada efisiensi anggaran. Evaluasi jumlah penerima akan dilakukan guna memastikan semakin banyak anak Indonesia mendapatkan akses pendidikan.
Kunjungan ini juga menjadi momentum untuk memberikan semangat kepada para santri di Kota Tasikmalaya yang telah melampaui rata-rata usia lama belajar nasional dengan angka 9,54 tahun. Ferdiansyah berharap para santri tetap optimis dan berkontribusi dalam kemajuan bangsa.
Di hari yang sama, Mendikdasmen dan Komisi X DPR RI turut menghadiri beberapa peresmian infrastruktur pendidikan, termasuk Peletakan Batu Pertama Gedung Siti Walidah di Pesantren Muhammadiyah Alfurqon serta Gedung Pusat Pembentukan dan Pembinaan Karakter Santri di Pesantren At-Tajdid Muhammadiyah Tasikmalaya. Selain itu, mereka juga meresmikan Ruang Praktik Siswa SMK Pusat Keunggulan Tasikmalaya serta menyerahkan bantuan sarana penunjang pembelajaran.
Kunjungan ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan, terutama dalam membangun karakter generasi muda yang tangguh dan berdaya saing






