Jakarta, panjimas – Sekjen MUI Dr.Amirsyah Tambunan mengatakan bahwa Matla’ul Anwar (MA) agar mempunyai kekuatan keuangan Sosial (social finance) di harapkan mampu menggerakkan zakat, infaq dan wakaf (Ziswaf).
Hal ini disampaikan dalam acara tabligh Akbar dalam rangka tarhib Ramadhan 1446 H dihalaman Kampus Universitas Matlaul Anwar (MA) tanggal 26/2/25 di hadirin ribuan jamaah MA. Dalam kesempatan yang sama Ketua Umum MA, Embay Mulya Syarief mengatakan bahwa menyambut Syiar Ramadhan di awali jalan sehat semoga semuanya sehat fisik dan mental menjalani ibadah Ramadhan 1446H.
Buya Amirsyah panggilan Sekjen MUI yang mengatakan bahwa kekuatan pembiayaan ormas seperti MA sangat tergantung kepada kekompakan dan kebersamaan. Ia mengingatkan agar Ziswaf yang bersumber dari, oleh dan untuk kemaslahatan umat.
Ia menyambut baik gagasan Ketum MA untuk membangun Masjid di kampus UMA dengan skema Ziswaf merujuk panggilan Allah dalam Qs. Ali ‘Imran Ayat 92
لَن تَنَالُوا۟ ٱلْبِرَّ حَتَّىٰ تُنفِقُوا۟ مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِن شَىْءٍ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌ
Artinya: Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.
Wakaf memiliki banyak keutamaan, di antaranya; pertama; Wakaf merupakan sedekah jariyah yang pahalanya akan terus mengalir, bahkan setelah meninggal dunia; kedua, harta benda terpelihara; ketiga, harta benda yang diwakafkan tidak bisa hilang atau berpindah tangan bahkan dirasakan mafaatnnya oleh orang-orang yang membutuhkan bantuan.
“Disamping itu menghidupkan lembaga sosial keagamaan, mengembangkan potensi umat, dan memberantas kemiskinan dan kebodohan,” pungkasnya.






