Bekasi, panjimas – Puluhan disabilitas netra Kota Bekasi menggelar kegiatan tadarusan bersama dilanjutkan dengan buka puasa bersama (bukber) di rumah tempat biasa komunitas netra tersebut berkumpul sehari-hari di cepat saji di Jatibening Bekasi, Kamis (6/3/2025) sore.
Tak ayal suasana rumah milik salah satu jamaah AsSyifa itu menjadi semarak dan khidmat saat lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan penyandang tuna netra secara bersamaan.
Sebagian besar dari mereka terlihat membaca ayat suci sambil meraba mushaf Al-Qur’an braile, sementara sebagian lainnya tampak sudah hafal sehingga tak lagi meraba Al-Qur’an braile.
“Bagi penyandang tuna netra agar bisa membaca Al-Qur’an itu tidak mudah, mereka harus belajar dari awal metoda membaca Al-Qur’an braile,” kata Paramitha salah satu donatur Majelis Ta’lim AsSyifa Jatibening.
Tampak pula beberapa donatur lainnya yang juga turut menghadiri acara itu untuk mendampingi para jamaah tuna netra yang tekun dan sabar dalam meraba satu persatu huruf Braille dalam Al Qur’an yang memang diciptakan khusus untuk mereka para penyandang disabilitas netra untuk bisa membaca kitab suci milik umat islam itu.
“Alhamdulillah untuk pertama kalinya saya hadir di tempat ini dan saya bersyukur sekali bisa ikut membersamai teman-teman semua disini. Saya baru tahu ada komunitas penyandang disabilitas yang aktif belajar agama dan mempelajari Al Qur’an seperti yang ada disini,” kata Maidah dari Yayasan Maharani Peduli, donatur yang turut hadir di acara tersebut.
Menurut Paramitha yang juga salah satu donatur dan pengurus Yayasan AaSyifa Netra Indonesia (YASNI) menyampaikan bahwa komunitas pengajian ini sudah berdiri sejak dari 18 tahun yang lalu. “Alhamdulillah mereka begitu istiqomah dan bersemangat dalam mempelajari Al Qur’an dan tata cara sholat serta pelajaran agama lainnya,” ujar Paramitha.






