Islam Wasathiyah: Mendidik Siswa Berkarakter Bangsa dan Berperadaban

Jakarta, panjimas – Pesantren Kilat (Sanlat) Ramadhan 1446 H menjadi bagian dari penguatan karakter siswa Permata Insani Islamic School di Perum Villa Permata Blok G1 Sindangsari Tangerang, yang diadakan pada hari Senin (17/3/25).

Sekjen MUI, buya Amirsyah Tambunan yang hadir dalam acara Pesantren Kilat (Sanlat) Ramadhan 1446H tersebut mengatakan bahwa ada 10 ciri utama Islam wasathiyah yang tidak dapat di pisahkan karena satu sama lain saling berkaitan yaitu Pertama, tawasuth (pertengahan/jalan tengah); Kedua, tawazun (seimbang).

Yang Ketiga adalah : i’tidal (tegak, lurus); keempat, syura (musyawarah); Kelima, musawah (persamaan dearajat kemanusiaan); Keenam, tasamuh (toleransi); Ketujuh, aulawiyah (prioritas); Kedelapan, ishlahiyah (memperbaiki), dan Kesembilan, tathowwur wa ibtikar (dinamis dan inovatif), serta Kesepuluh, tahadhur (berkeadaban).

“Untuk itu marilah kita semua para siswa harus menjadi agen menyebarkan pesan peradaban bangsa yang berkemajuan, ” pungkasnya.

Turut hadir pula dalam acara tersebut Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi (KPK) MUI Prof.Dr.Armai Arif yang menyampaikan pentingnya Generasi Bertauhid, Berahlak dan Berprestasi, serta juga Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Dr. Kartini, MPd, dan Ketua Yayasan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *