Januari 16, 2026
Panjimas
NasionalNews

Mendikdasmen di UIN Walisongo: Pendidikan untuk Membentuk Generasi Cerdas, Terampil, dan Berkarakter

Semarang, panjimas — Di tengah semangat peringatan Dies Natalies Ke-55 UIN Walisongo Semarang, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan gagasannya yang menekankan kembali makna mendasar pendidikan bagi masa depan bangsa.

Dalam pidato pada Sidang Senat Terbuka yang berlangsung Rabu (9/4/25), Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan fondasi penting untuk mencetak generasi unggul dan mendorong mobilitas sosial.

“Semua warga negara Indonesia berhak mendapat layanan pendidikan. Kami menggunakan kata ‘layanan’ karena negara berkewajiban memberikan pelayanan kepada warga negaranya. Kemudian, layanan pendidikan tersebut harus bermutu agar dapat melahirkan generasi yang cerdas, terampil, dan berakhlak mulia,” ujar Mendikdasmen dalam pidatonya di auditorium UIN Walisongo.

Menurutnya, arah kebijakan Kemendikdasmen yang dirumuskan melalui visi Pendidikan Bermutu untuk Semua berpijak pada dua prinsip utama: pemerataan akses dan jaminan mutu. Hal ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk memastikan setiap anak Indonesia, tanpa kecuali, memiliki peluang yang sama dalam meraih cita-cita.

Tak hanya menyoal akses dan mutu, Abdul Mu’ti juga mengurai lebih jauh tentang profil generasi yang diidamkan: knowledgeable, capable, dan humble. “Knowledgeable menggambarkan generasi yang tahu dan mengerti banyak hal, sehingga kekuatan ilmu akan menjadi kekuatan suatu bangsa. Capable menunjukkan generasi yang memiliki keterampilan dan kesiapan menghadapi dunia kerja setelah menyelesaikan studi. Terakhir, humble menegaskan bahwa generasi muda tetap harus memiliki akhlak mulia dan budi pekerti luhur sesuai amanat konstitusi,” jelasnya.

Dalam lanskap pendidikan modern yang serba cepat dan dinamis, ia juga menekankan pentingnya penguasaan soft skills seperti kreativitas, berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi. Keterampilan ini dinilai sangat relevan dalam menjawab tantangan zaman.

Sebagai bagian dari pendekatan pembelajaran mendalam atau deep learning yang tengah digencarkan Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti menambahkan dua aspek penting lainnya: karakter dan kewargaan. “Kedua hal tersebut tidak dapat diabaikan dalam pendidikan, demi menumbuhkan kepekaan, kepedulian, dan rasa tanggung jawab terhadap masa depan bangsa,” tegasnya.

Sejalan dengan gagasan Mendikdasmen, Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam UIN Walisongo, Fihris, dalam orasi ilmiahnya turut mengulas pendekatan deep learning sebagai terobosan inovatif dalam pendidikan Islam. Ia menyoroti pentingnya personalisasi pembelajaran sebagai bentuk adaptasi terhadap keragaman gaya belajar siswa.

“Setiap peserta didik mempunyai cara belajar yang berbeda, sehingga memungkinkan adanya fleksibilitas dalam penyampaian materi yang disesuaikan konten dan minat individu,” ungkap Fihris.

Ia pun menekankan perlunya pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung deep learning. Teknologi seperti kecerdasan buatan, analitik pembelajaran, dan platform interaktif mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih adaptif dan bermakna.

Fihris bahkan menyebut contoh konkret dari lapangan: “MTs Negeri Yogyakarta telah menggunakan teknologi augmented reality dalam pembelajaran sejarah Islam sehingga siswa dapat mempelajari kota-kota kuno secara virtual. Hasil survei menunjukkan bahwa 87 persen peserta didik merasa lebih memahami materi dibandingkan metode konvensional,” katanya.

Apa yang disampaikan Mendikdasmen dan Fihris menunjukkan arah baru pendidikan Indonesia—lebih humanis, adaptif, dan berakar pada nilai. Dengan pendekatan yang inklusif dan berbasis karakter, visi Pendidikan Bermutu untuk Semua bukan hanya sekadar slogan, tapi upaya nyata untuk melahirkan generasi penerus yang bukan hanya cerdas, tetapi juga memiliki kepekaan dan tanggung jawab sosial yang tinggi.

Related posts

Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) Diminta Hadirkan Spirit Ibadah dan Dakwah dalam Setiap Kiprah

Admin

Sekjen MUI Sampaikan Akselerasi Cakupan BPJS Kesehatan Sesuai Hukum Syariah di Aceh

Admin

Pengawasan Terpadu Produk Halal Berlanjut, BPJPH Tinjau Pelaku Usaha di Bogor

Admin

Leave a Comment