Januari 16, 2026
Panjimas
NasionalNews

Akademisi Umpo Dr. Happy Susanto: Penjurusan Kembali Harus Diiringi Kajian Mendalam

Jakarta, panjimas – Rencana Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengembalikan sistem penjurusan IPA, IPS, dan Bahasa di jenjang sekolah menengah atas (SMA) mendapat tanggapan dari akademisi.

Rektor Universitas Muhammadiyah Ponorogo (Umpo) periode 2020–2024, Dr. Happy Susanto, M.A., dalam wawancara daring pada Senin (14/4/2024), menyatakan bahwa kebijakan tersebut harusagar dipertimbangkan matang-matang.

“Pertama, siswa tentu senang dapat mengambil jurusan sesuai minat masing-masing. Namun siswa juga kadang masih bingung pada peminatannya. Apakah juga akan berdampak pada turunnya peminatan sains, jika berdampak signifikan maka akan jadi persoalan sendiri ke depannya,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kesiapan infrastruktur sekolah jika sistem ini kembali diterapkan. “Jika hal ini diterapkan maka sekolah memang harus siap dengan infrastrukturnya seperti laboratorium. Jika tidak maka nanti pendidikan hanya akan diisi dengan teori saja.”

Selain itu, menurutnya, pemerintah perlu melihat tantangan masa depan secara lebih komprehensif. “Pemerintah harus mempertimbangkan dan benar-benar mengkaji secara mendalam, tantangan dunia ke depan ini seperti apa, apakah penghidupan kembali jurusan-jurusan tersebut bisa menjadi solusi, jika tidak maka malah akan menjadi boomerang di kemudian hari.”

“Prinsipnya kebijakan ini harus melalui kajian yang matang,” tegasnya.

Alasan Mendikdasmen
Wacana penjuruan kembali ini disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti sebagai bagian dari penyesuaian terhadap model seleksi masuk perguruan tinggi yang akan datang.

“TKA itu nanti berbasis mata pelajaran untuk membantu para pihak, terutama murid yang melanjutkan ke perguruan tinggi. Nah, karena tesnya berbasis mata pelajaran, jurusan akan kami hidupkan lagi. Jadi, nanti akan ada lagi jurusan IPA, IPS, dan Bahasa,” ujar Abdul Mu’ti di Jakarta, Jumat (11/4/2025), malam, dikutip dari katadata.co.id.

Tes Kemampuan Akademik (TKA) tersebut direncanakan mulai diuji coba pada November tahun ini, khusus untuk siswa kelas 12 SMA. Materi ujian akan meliputi mata pelajaran wajib seperti Bahasa Indonesia dan Matematika, serta mata pelajaran pilihan sesuai jurusan.

Misalnya, siswa jurusan IPA dapat memilih Fisika, Kimia, atau Biologi, sementara siswa jurusan IPS dapat mengambil Ekonomi, Sejarah, atau rumpun sosial lainnya.

Sebelumnya, sistem penjurusan ini dihapus saat Nadiem Makarim menjabat Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Namun, menurut Abdul Mu’ti, model tanpa penjurusan yang diterapkan dalam Kurikulum Merdeka sejauh ini belum sepenuhnya efektif dalam mempersiapkan siswa masuk ke jenjang pendidikan tinggi.

Related posts

Merawat Toleransi dan Kerukunan Bangsa, Kemenag Gelar “The Wonder Of Harmony”

Admin

Ternyata Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir Penggemar Sepak Bola dan Jadi Fans Berat Real Madrid

Admin

Muhammadiyah Berhasil Inisiasi Lembaga Zakat

Admin

Leave a Comment