Ketua MPW PP Muhammadiyah Sampaikan bahwa AUM Persyarikatan Maluku Harus Terus Berbenah

Maluku, panjimas – Dalam acara silahturahmi ta’aruf dan pengukuhan Pengurus MUI Provinsi Maluku yang dipandu oleh DR. H. Muh. Taib Hunsow., M.Ag sebagai Ketua, dan Abdullah Marasabessy, SE sebagai Sekretaris memandu acara tersebut. Usai acara, Sekjen MUI, buya Amirsyah Tambunan yang juga Ketua MPW PP Muhammadiyah mengatakan bahwa silaturrahmi itu haruslah produktif dan bermanfaat.

Salah satu budaya atau ciri warga persyarikatan Muhammadiyah ketika bertemu atau berkumpul adalah budaya “Kumpal-kumpul” dimana bisa memperkuat Silaturrahmi, Silatul Fikri dan Silatul Amal.

Karena itulah Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) berdiri seperti yang ada di Klinik Pratama Rawat Jalan PKU Muhammadiyah Abu Sofyan yang letaknya strategis di Kota Ambon sangat di butuhkan masyarakat.

Saat ini sedang ada persiapan pengembangan tanah wakaf atau hibah seluas 1 Ha yang persis adanya di sebelah Klinik tersebut Untuk itu menurut Sekjen MUI dan Ketua Majelis Pemberdayaan Wakaf (MPW) PP Muhammadiyah, buya Amirsyah Tambunan diperlukan skema pembiayaan untuk membangun tanah Wakaf tersebut.

“Yang pertama, Cash Waqf Linked Deposit (CWLD) merupakan produk wakaf uang temporer yang menggunakan instrumen deposito yang dimiliki Wakif sebagai objek wakaf uang akan diberikan Nazir Perwakilan sehingga memiliki kewenangan dalam mengumpulkan dana untuk pengembangan klinik pratamapratama,” ujar Buya Amirsyah pada (17/4/25)

Berikutnya adalah penguatan lewat Lembaga Zakat, Infaq dan Shodaqoh (LAZIS) yang setiap tahun pendapatannya meningkat. Selain itu PWM Maluku juga bertekad untuk memperkuat jiwa kewirausahaan melalui jalan entrepreneurship dan membentuk jiwa inovator.

Dari seorang inovator lah maka tersusun berbagai rencana dan ide inovatif yang belum diperkenalkan di dunia usaha. Sedangkan Entrepreneurship adalah cara dari seseorang yang melakukan inovasi sehingga mampu mengadakan usaha dari yang tidak ada menjadi ada.

“Serta dari yang telah ada maka bisa tumbuh dan berkembang sesuai yang diinginkan dengan cara inovatif melalui tangan para inovator,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *