Januari 16, 2026
Panjimas
MuhammadiyahNasionalNews

Usia 107 Tahun Mu’allimin sebagai Pembaruan Islam dan Mercusuar Peradaban Muhammadiyah

Yogyakarta, panjimas – Mengawali pidatonya dalam acara Milad ke-107 Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta yang digelar di Sportorium UMY, Menteri Kehutanan Republik Indonesia (Menhut RI), Raja Juli Antoni menegaskan bahwa Madrasah Mu’allimin merupakan warisan besar sekaligus monumen bersejarah milik Muhammadiyah.

Mu’allimin, menurutnya, telah menjadi salah satu mercusuar pencerahan yang terus membawa perubahan bagi masa depan Muhammadiyah dan bangsa Indonesia.

“Mu’allimin adalah momentum atau monumen sejarah pembaharuan pemikiran Islam yang dibawa oleh K.H Ahmad Dahlan. Jika kita baca autobiografi Buya Syafii Maarif, kita melihat bahwa Muhammadiyah benar-benar menjadi cahaya terang, menjadi cahaya pembaharuan dan pendobrak kemunduran,” jelas Toni saat menyampaikan pidatonya pada Ahad (7/12).

Berkaca dari sejarah panjang pendirian Mu’allimin oleh K.H Ahmad Dahlan, Toni menuturkan bahwa sekolah ini mampu terus melaju dan memberi pengaruh besar meskipun pada awal berdirinya sempat menghadapi berbagai penolakan akibat gagasan progresif pendirinya yang melampaui zamannya.

Karena itu, Menteri Kehutanan mendorong para santri dan alumni Mu’allimin untuk terus meneladani nilai-nilai pembaruan yang telah diwariskan oleh K.H. Ahmad Dahlan.

“Saya berharap, setelah berusia 107 ini, Mu’allimin kita tidak hanya bisa beradaptasi, bamun juga memiliki kemampuan untuk lebih antisipatif terhadap perkembangan dan perubahan zaman dan masa,” jelasnya.

“Saya optimis bahwa Mu’allimin tentu dapat membangun sebuah sistem pendidikan yang progresif, yang berkemajuan seperti halnya ketika dulu K.H Ahmad Dahlan mempelopori pendidikan Islam di Mu’allimin sekitar 107 tahun yang lalu,” tambah Toni.

Mu’allimin Sebagai Pelopor Pendidikan Islam Modern
Sementara itu, Direktur Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta, Mhd Lailan Arqam turut menegaskan kembali posisi Mu’allimin sebagai pelopor pendidikan Islam modern sejak berdirinya pada tahun 1918.

“Sejak didirikan pada tahun 1918, Mu’allimin telah menjadi pelopor pendidikan modern Islam di Indonesia. Lorong-lorong Asrama telah menjadi saksi pernah melangkahnya para mujahid pendidikan, para mujahid ulama, cendikiawan, pejabat negara hingga pejuang kemerdekaan yang mengukir nama harum bagi bangsa dan agama,” ujarnya.

Di akhir pidatonya, Arqam kemudian mengajak seluruh keluarga besar Mu’allimin Muhammadiyah, para guru, santri, alumni, dan masyarakat luas untuk terus menjaga spirit berkemajuan, serta bergerak dan berdampak dengan langkah-langkah yang tepat, cerdas, dan berani.

Menurutnya, hal tersebut penting untuk terus dilakukan karena Mu’allimin bukanlah sekedar lembaga, melainkan juga bagian dari amanah dan harapan umat sehingga harus mampu bergerak progresif dan relevan dengan tuntutan zaman.

“Mu’allimin adalah mimpi K.H. Ahmad Dahlan yang harus terus kita perjuangkan. Di titik ini kita tidak lagi hanya bertahan, namun harus mampu untuk terus melesat menjadi bagian dari perubahan, penggerak, dan penentu perubahan,” pungkasnya.

Warisan penting di kancah pendidikan yang telah diwariskan oleh pendiri Muhammadiyah, K.H. Ahmad Dahlan merupakan hal yang tak ternilai yang mampu membawa pencerahan bagi peradaban.

Madrasah Mu’allimin, sebagai salah satu saksi awal gerakan dakwah Muhammadiyah di bidang pendidikan, telah membuktikan sekaligus mampu untuk terus meneguhkan perannya sebagai pusat pendidikan kader yang progresif, berkarakter, dan senantiasa relevan dengan perkembangan zaman

Related posts

Belajar Kemandirian dari Muhammadiyah

Admin

Haedar Nashir : Pendidikan Harus Menjadi Jalan Membangun Peradaban

Admin

Kemenag Gelar Festival Majelis Taklim 2025 Usung Pesan Harmoni dan Ekoteologi, Ada 6 Kategori Lomba

Admin

Leave a Comment