MuhammadiyahNasionalNews

Rakernas II Majelis Tabligh Dibuka: Masifkan Peran Masjid untuk Spiritual, Ilmu dan Kesejahteraan Umat

61
×

Rakernas II Majelis Tabligh Dibuka: Masifkan Peran Masjid untuk Spiritual, Ilmu dan Kesejahteraan Umat

Sebarkan artikel ini

Batu, panjimas – Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II di Kota Batu, Jawa Timur mulai 24 hingga 26 Oktober 2025.

Pembukaan dilakukan pada Jum’at (24/10) dihadiri Ketua PP Muhammadiyah, Kiai Saad Ibrahim. Dalam sambutannya Kiai Saad mengapresiasi segala ikhtiar dan usaha yang dilakukan oleh semua pihak untuk terselenggaranya acara.

Tentang tema “Masjid Berkemajuan sebagai Pusat Gerakan Ilmu, Dakwah, dan Kesejahteraan Umat”, Kiai Saad menyebut, sejahtera dalam konteks ini memiliki dua sisi yaitu kesejahteraan material dan spiritual.

Dirinya juga setuju penggunaan masjid sebagai tempat meningkatkan keilmuan – atau literasi. Hal ini relevan dengan perintah pertama Allah SWT dalam surat Al Alaq yaitu perintah membaca.

“Maknanya betapa pentingnya menghadirkan masjid pada dunia literasi – secara singkat kemudian disebut dengan ilmu yang itu mestinya juga punya dampak secara langsung, tidak langsung pada kesejahteraan umat,” katanya.

“Maka tema yang dipilih oleh Majelis Tabligh Pimpinan Pusat ini hemat saya itu semacam ilham untuk kita renungkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal mengucap syukur atas diselenggarakannya Rakernas II ini. Selain itu dia juga berterima kasih atas segala proses yang dilewati sehingga memperoleh capaian kinerja yang tinggi.

Dipilihnya masjid sebagai fokus utama dalam Rakernas II ini merupakan upaya relevan dengan garis besar perjuangan dakwah Persyarikatan yang diputuskan pada Muktamar ke-45 di Malang, yaitu tentang bahaya sekularisasi.

Dalam sambutannya, Fathurrahman juga menyinggung tentang pola kehidupan Gen Z yang ‘mempertuhankan’ kehidupan digital. Bahkan juga muncul new atheisme, serta menafikkan peran Tuhan dan agama.

“Inilah yang kita hadapi. Apa yang dikatakan oleh Muhammadiyah kita sebagai fakta kekosongan spiritual, relativisme, nilai di dalam kehidupan dan pada akhirnya kita mengalami krisis makna kehidupan,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Ustaz Adi Hidayat (UAH) menekankan bahwa Rakernas harus menghasilkan resolusi konkret dalam menciptakan masjid-masjid yang berkualitas.

“Integrasikan untuk umat. Tampilkan wajah Islam sebagai solusi bagi teman-teman yang belum Muslim,” katanya.

Menurutnya, Kolaborasi dakwah yang diwujudkan lewat Rakernas, terutama dalam bidang kemasjidan, membuat dakwah Muhammadiyah di masjid tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga mencakup seluruh aspek kehidupan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *