Uncategorized

PP Muhammadiyah Jalin Kerja Sama Strategis dengan Monash University Australia Lahirkan Doktor Kelas Dunia

33
×

PP Muhammadiyah Jalin Kerja Sama Strategis dengan Monash University Australia Lahirkan Doktor Kelas Dunia

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, panjimas – Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi menjalin kerja sama strategis dengan Monash University, Australia, salah satu perguruan tinggi terbaik dunia yang secara konsisten masuk dalam jajaran 50 universitas teratas dunia.

Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam upaya Muhammadiyah memperkuat kualitas sumber daya manusia, khususnya di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), sekaligus memperluas jejaring akademik internasional untuk menjawab tantangan global yang semakin kompleks.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menjelaskan bahwa kerja sama tersebut mencakup berbagai program strategis, mulai dari pemberian akses bagi dosen dan lulusan PTMA untuk melanjutkan studi di Monash University, pelaksanaan penelitian bersama (joint research), hingga percepatan lahirnya doktor-doktor berstandar internasional.

“Kita harus terus belajar, biarpun kita sudah merasa maju. Ciri orang maju adalah mau belajar dari orang lain dan tidak malu untuk belajar,” pesan Haedar dalam agenda yang diselenggarakan di Kantor PP Muhammadiyah, Menteng Raya, Jakarta Pusat, Rabu (10/6).

 

Menurutnya, kemajuan sebuah institusi tidak hanya ditentukan oleh capaian yang telah diraih, tetapi juga oleh keterbukaan untuk terus belajar, berkolaborasi, dan mengambil praktik-praktik terbaik dari berbagai pihak.

 

Haedar juga menyoroti pentingnya kerja sama ini dalam konteks hubungan Indonesia dan Australia. Kedua negara dinilai memiliki kedekatan geografis sekaligus hubungan historis yang erat dalam berbagai bidang, mulai dari politik, pendidikan, hingga kehidupan sosial-keagamaan.

 

“Masa depan kedua negara ini sangat bergantung pada relasi diplomasi dan hubungan kebudayaan. Maka ini penting bagi Muhammadiyah bersama Monash University untuk hadir menjadi salah satu jembatan memperkuat hubungan kedua negara melalui kerja sama yang konstruktif,” ujarnya.

 

Dengan kekuatan yang dimiliki Muhammadiyah melalui 164 perguruan tinggi, sekitar 20 ribu dosen, dan hampir 700 ribu mahasiswa yang tersebar di berbagai PTMA, Haedar meyakini Muhammadiyah memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu kekuatan strategis dalam pembangunan bangsa melalui pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi.

 

Sementara itu, The Pro Vice-Chancellor and President of Monash University Indonesia, Matthew Nicholson, mengungkapkan bahwa kerja sama tersebut telah melahirkan program inovatif bernama Muhammadiyah Monash Talent Accelerator PhD Program (MTAP).

 

Program ini dirancang secara khusus untuk mempercepat peningkatan kualifikasi akademik dosen-dosen PTMA melalui sistem pendidikan doktoral yang terintegrasi dengan jejaring akademik global.

 

“Program ini sangat unik. Keunikan utamanya terletak pada model supervisi tripartit (tripartite supervisor model) yang akan mendukung mahasiswa PhD. Mereka akan dibimbing oleh supervisor dari Monash Indonesia, supervisor dari Monash Australia, dan satu supervisor dari universitas yang masuk jajaran 100 terbaik dunia,” jelas Nicholson.

Menurutnya, pendekatan tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas pendampingan akademik, tetapi juga memperbesar peluang keberhasilan studi hingga tingkat kelulusan yang optimal.

Melalui metode pembelajaran yang dirancang secara komprehensif, peserta program akan memperoleh pengalaman akademik internasional sekaligus pembelajaran sosial lintas budaya yang memperkaya perspektif keilmuan mereka.

Berbeda dengan program doktor pada umumnya, MTAP juga dirancang selaras dengan prioritas riset Muhammadiyah, agenda pembangunan nasional Indonesia, serta kebutuhan dunia industri masa kini. Dengan demikian, penelitian yang dihasilkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki relevansi dan dampak nyata bagi masyarakat.

Dengan memadukan nilai-nilai kemajuan Muhammadiyah dan keunggulan akademik Monash University, kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan generasi baru intelektual Muslim yang berdaya saing global, berintegritas, dan siap menjawab berbagai tantangan masa depan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *