BeritaMuhammadiyahNasionalNews

Aisyi Tower, Hotel Pertama ‘Aisyiyah Dibangun Tanpa Bergantung Pinjaman Bank

29
×

Aisyi Tower, Hotel Pertama ‘Aisyiyah Dibangun Tanpa Bergantung Pinjaman Bank

Sebarkan artikel ini

KLATEN, panjimas – Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Klaten resmi melakukan soft opening Aisyi Tower Klaten, hotel pertama yang dimiliki dan dikelola oleh organisasi perempuan Muhammadiyah. Peluncuran yang bertepatan dengan momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah, Selasa (16/6/2026) itu menjadi penanda lahirnya amal usaha baru di bidang perhotelan sekaligus menjadi simbol penguatan kemandirian ekonomi ‘Aisyiyah.

 

Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, mengatakan kehadiran Aisyi Tower sebagai lompatan besar dalam pengembangan amal usaha ekonomi. Menurutnya, keberanian PDA Klaten menghadirkan hotel sebagai unit usaha baru patut diapresiasi karena menjadi yang pertama di lingkungan ‘Aisyiyah.

 

“Ini adalah amal usaha pertama ‘Aisyiyah di bidang perhotelan. Saya merasa bangga dan berterima kasih karena PDA Klaten berani melakukan lompatan yang luar biasa dalam amal usaha bidang ekonomi. Mudah-mudahan ini bukan yang terakhir, dan ke depan akan lahir inovasi-inovasi baru yang lebih besar lagi,” ujarnya saat memberikan sambutan di acara soft opening Aisyi Tower, Selasa (16/6/2026).

 

Salmah menegaskan seluruh amal usaha Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah harus dikelola secara profesional dan mampu menghasilkan keuntungan. Namun, keuntungan tersebut tidak semata-mata untuk kepentingan bisnis, melainkan akan dikembalikan untuk mendukung tujuan organisasi dan dakwah.

 

Sementara itu, Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media (SCM), Deni Asy’ari, menyebut Aisyi Tower sebagai wajah baru bisnis perempuan Muhammadiyah yang lahir dari semangat gotong royong dan kemandirian. Ia menyampaikan, hotel tersebut dibangun sepenuhnya dengan pembiayaan internal tanpa bergantung pada pinjaman perbankan.

 

“Aisyi Tower murni didirikan dengan finansial internal ‘Aisyiyah. Kita ingin menunjukkan bahwa selama ikhtiar dan konsolidasi internal itu ada, kita mampu menghadirkan amal usaha besar tanpa bergantung pada hutang perbankan,” kata Deni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *