NasionalNews

Soal Bank Syariah, Muhammadiyah Tidak Ingin Buru-buru Memutuskan

52
×

Soal Bank Syariah, Muhammadiyah Tidak Ingin Buru-buru Memutuskan

Sebarkan artikel ini

Malang, panjimas – Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, pihaknya tidak ingin terburu-buru soal gagasan untuk membuat bank syariah. Dia pun memastikan keberadaan bank syariah Muhammadiyah tidak akan didirikan tahun ini.

Hal itu disampaikan Haedar di hadapan awak media saat menjawab pertanyaan Kompas di sela-sela pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Ekonomi PP Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Malang, Rabu (26/2/2025).

”Jadi, untuk perbankan kita tidak akan tergesa-gesa, itu gagasan. Kenapa? Kita harus konsolidasi. Satu, supaya bisa tetap berkolaborasi dengan bank syariah yang sudah ada. Dua, bikin bank itu perjalanan panjang. Muhammadiyah ini rasional, terlalu tersistem tidak akan tergesa-gesa,” ujarnya.

Namun, lanjut Haedar, lebih penting dari itu, bank syariah memiliki orientasi seperti bank konvensional, yakni untuk menyejahterakan rakyat.

Jadi, untuk perbankan kita tidak akan tergesa-gesa, itu gagasan.

Muhammadiyah selama ini fokus pada peningkatan kesejahteraan, termasuk mereformasi, berkolaborasi untuk pemberdayaan warung-warung kecil dengan retail dan jaringan retail Muhammadiyah.

Sejak 2015, Muhammadiyah memang menetapkan pilar strategis. Selain pendidikan dan kesehatan, juga sosial dan ekonomi menjadi prioritas. Dengan ekonomi, Muhammadiyah bisa memberdayakan umat dan rakyat.

Selama ini, Muhammadiyah koheren dengan berbagai kebijakan pemerintah, terutama dalam bidang ekonomi. Seperti halnya pada era kepemimpinan saat ini yang menginginkan kedaulatan sandang-pangan, pemenuhan gizi untuk rakyat, hingga efisiensi yang berdimensi pada lingkup ekonomi.

Haedar menegaskan, ke depannya Muhammadiyah akan terus meningkatkan usaha-usaha ekonomi di berbagai bidang, yang tidak hanya di aspek UMKM, tetapi juga merintis program-program bisnis milik Muhammadiyah.

”Insya Allah, dengan langkah ini Muhammadiyah tidak hanya bergerak untuk mencerahkan paham keagamaan agar tetap moderat dalam meningkatkan integrasi nasional dengan bersatu, tetapi juga memajukan ekonomi rakyat. Saya yakin seluruh kekuatan bangsa bisa berkolaborasi untuk menjadi gelombang besar dalam meningkatkan ekonomi bangsa,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *