NasionalNews

Sekjen MUI : Ramadhan, Bulan Taubat Nasional

65
×

Sekjen MUI : Ramadhan, Bulan Taubat Nasional

Sebarkan artikel ini

Jakarta, panjimas – Bulan Ramadhan momentum melakukan taubat secara nasional, karena secara serentak memperoleh panggilan Allah SWT membuka pintu taubat seluas-luasnya bagi umat Islam yang beriman, ketika ingin memperbaiki diri. Tanpa kecuali, apakah rakyat biasa hingga elite politik, para pemimpin bangsa, ulama dan zuama’, dll. Jadi bangsa ini telah menyadari dan mengakui banyak kesalahan dan dosa yang diperbuat, seperti korupsi yang seolah henti.

Sekali lagi mari kita gunakan kesempatan bertaubat melalui pelaksanaan ibadah puasa selama ramadhan dan setelah ramadhah. Rasulullah bersabda :
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيْمَا نًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya:
“Barangsiapa beribadah (menghidupkan) bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu,” (HR Bukhari dan Muslim).Allah SWT akan menghapus dosa-dosa di masa lampau bagi umat Islam yang berpuasa dengan niat ikhlas dan sungguh-sungguh.

Ramadhan 1446 H mayoritas beragama Islam tentulah sedang menjalan ibadah puasa, karena itu sebagai momentum yang baik dalam menjalankan ibadah puasa.
Allah SWT memberikan kemudahan dan kelapangan bagi hamba-Nya yang ingin bertaubat.

Dengan cara; pertama, melakukan untuk muhasabah (introspeksi) diri; kedua, memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT; ketiga, menjauhi kemaksiatan, dosa, dan kesalahan; keempat, kembali kepada kebenaran dan meninggalkan jalan orang yang dimurkai dan jalan orang yang sesat; kelima, mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada sesama manusia yang pernah dizaliminya.

Intinya melakukan taubat nasuha, yaitu taubat yang dilakukan dengan penyesalan yang mendalam. Dengan kata lain bertekad kuat untuk tidak mengulanginya kembali. Dan menggantinya dengan amal saleh,amal kebajikan selama Ramadhan dan usai Ramadhan.

Islam memberikan kesempatan yang luas untuk melakukan amal kebajikan sebagaimana firman Allah dalam surat Yunus ayat 9
﴿إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ يَهْدِيهِمْ رَبُّهُم بِإِيمَانِهِمْ ۖ تَجْرِي مِن تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ﴾

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka diberi petunjuk oleh Allah kepada mereka karena keimanannya, di bawah mereka mengalir sungai-sungai di dalam surga yang penuh kenikmatan. [Yunus: 9].

Selama Ramadhan kita sibuk dan perkuat iman dan amal saleh sehingga tidak ada celah berbuat maksiat berupa korupsi dan penyakit sosial lainnya merupakan keberuntungan atau kemenangan dalam hidup kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *