NasionalNews

Wamendikdasmen Ajak Anak TK di Sidoarjo Bermain sambil Belajar Matematika dan Coding

34

Sidoarjo, panjimas – Selasa, 11 Februari 2025, suasana ceria menyelimuti TK Al-Muslim di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Anak-anak tampak antusias mengikuti permainan “hujan kartu”, sebuah metode pengenalan matematika dasar melalui pengurutan angka. Di tengah keceriaan itu, hadir Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, yang turut serta dalam permainan tersebut.

Wamen Fajar menekankan pentingnya mengenalkan konsep matematika melalui aktivitas yang menyenangkan bagi anak-anak.

“Pembelajaran matematika tidak harus kaku. Sejak usia dini, anak-anak dapat dikenalkan dengan konsep-konsep dasar melalui bermain yang menyenangkan,” ujarnya.

Salah satu momen berkesan terjadi ketika Arsyad, seorang peserta didik TK Al-Muslim, dengan semangat menjawab pertanyaan urutan angka dari Fajar. “Setelah sebelas, dua belas,” katanya dengan penuh antusias.

Pembelajaran Coding di TK Kristen Petra 12
Setelah kunjungan di TK Al-Muslim, Wamen Fajar melanjutkan perjalanannya ke KB-Kemendi. Di sana, ia mengapresiasi penerapan pembelajaran coding yang telah diterapkan sejak tahun pelajaran 2023/2024.

“Saya senang sekali bisa hadir ke TK ini dan melihat pelajaran coding yang diajarkan dengan metode yang menarik dan menggembirakan,” tuturnya.

Menurut Fajar, pelajaran coding sangat penting dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada anak usia dini karena coding menuntut anak untuk memahami masalah dan mencari solusi. Di usia PAUD, aktivitas coding tidak melibatkan bahasa pemrograman yang kompleks, tetapi lebih berupa kegiatan bermain yang berbasis algoritma sederhana dan eksplorasi.

Kepala Sekolah KB-TK Kristen Petra 12, Siecilianie, menjelaskan pembelajaran coding di sekolahnya dijadwalkan satu kali dalam seminggu. Ia menambahkan, “Siswa sangat antusias dan selalu menantikan jadwal kelas coding masing-masing.”

Pengawas TK Korwil Waru, Anik Kartini, juga menyoroti pentingnya penerapan STEAM (science, technology, engineering, arts, and mathematics) untuk anak usia dini. Menurutnya, teknologi dapat diterapkan dengan alat-alat sederhana namun efektif di lingkungan PAUD.

“Teknologi di tingkat PAUD bisa menggunakan alat sederhana yang ada di sekitar kita seperti gunting, tali, ataupun lem. Karena teknologi itu pada intinya adalah alat yang memudahkan kita,” ungkapnya.

Melalui kunjungan ini, Wamen Fajar berharap para pendidik di PAUD terus berinovasi dalam menghadirkan kegiatan pembelajaran yang inspiratif, menyenangkan, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak. Ia menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fondasi utama dalam mewujudkan generasi emas

Exit mobile version