Sumut, panjimas – Alridiwirsyah salah seorang Alumni Fak.Fertanian UMSU bersyukur sebagai Guru Besar di Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Ia dikukuhkan menjadi Guru Besar bidang Budi Daya Pertanian dan Perkebunan di Auditorum kampus utama UMSU, Jln Muhtar Basri Medan (12/2/2025).
Alri panggilan akrab dirinya adalah salah seorang dosen yang memulai karirnya dari bawah dan juga seangkatan Sekjen MUI, buya Amirsyah Tambunan saat berada di jenjang sekolah SLTP dan SLTA itu kini berhasil meraih gelar Guru Besar yang pengukuhan dilakukan melalui proses sidang senat terbuka UMSU yang dipimpin oleh Rektor UMSU Prof. Dr. Agussani MAP.
Alridiwirsyah kelahiran Aek Kanopan, 7 Februari 1964 itu, menyampaikan orasi ilmiahnya dengan judul Optimalisasi Lahan Sawit: Penerapan Model ALRI 2:1 untuk Mendukung Ketahanan Pangan. Swasembada pangan pangan merupakan salah satu pilar penting dalam menciptakan kemandirian suatu negara. Sebagaimana tekat Presiden Prabowo Subianto dalam pemerintahannya saat ini.
Dalam kesempatan yang sama sekjen MUI Amirsyah Tambunan hadir dalam pengukuhan guru besar tersebut. Untuk itu buya Amirsyah yang juga pernah menjadi dosen UMSU (1989-1994) mengatakan bahwa saat ini bangsa Indonesia membutuhkan pakar pertanian dan perkebunan di Fakultas Pertanian UMSU. Ia berharap dapat mengimplemtasilakan teori ALRI 1:1 dan ALRI 2:1.
Aplikasi model ALRI 1:1 adalah model yang dapat digunakan dalam lahan perkebunan kelapa sawit muda. Tajuk kelapa sawit yang belum menutup penuh memberikan ruang cukup untuk tanaman pangan. Sedangkan lahan perkebunan dengan gawan lebar: gawangan yang cukup luas sangat ideal untuk pola tanam ini agar menghasilkan lahan produktif.
Masih menurut Alridiwirsyah, model ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi petani tapi juga memberi kontribusi pada peningkatan ketahapan pangan nasional.Sementara itu, aplikasi model ini dapat diterapkan dalam lahan perkebunan kelapa swit muda dan tua.Dimana, tajuk kelapa sawit yang belum menutup penuh memberikan ruang cukup untuk tanaman pangan.
Lahan perkebunan dengan gawangan lebar, merupakan gawangan yang cukup luas sangat idel untuk pola tanam ini. Untuk itu kata buya Amirsyah penelitian terapan ini akan menghasilkan hilirisasi mengolah lahan pertanian harus di perbanyak untuk memproduktifkan lahan pertanian di Indonesia.













