Jakarta, panjimas – Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Ciputat Timur menggelar Inspiring Ramadan dengan avara berbuka puasa bersama dan launching pembangunan gedung TK Aisyiyah 42 Ciputat tahap pertama. Acara bertema Menjadikan Ramadan Lebih Bermakna dan Produktif ini dihadiri oleh Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang sekaligus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendkdasmen), Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti menegaskan pentingnya pendidikan anak usia dini sebagai fondasi utama dalam membangun generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Hal itu mendapat dukungan luas, termasuk dari Ketua PCA Ciputat Timur, Dr. Zakiyah Darajat.
Fundraising Berkah Ramadan
Salah satu momen bersejarah dalam acara ini adalah gerakan ziswaf yang berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 310.000.000. Donasi ini merupakan kontribusi dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, KB Bukopin Aladin Syariah, serta Yayasan Indonesia Beramal yang menyumbang Rp 100 juta.
Salah satu metode yang digunakan dalam penggalangan dana kali ini adalah lelang lukisan bertuliskan Bismillahirrahmanirrahim, yang turut menyumbang dana besar untuk pembangunan TK Aisyiyah 42 Ciputat.
Ketua Majelis Pemberdayaan Wakaf (MPW) PP Muhammadiyah, Amirsyah Tambunan, menegaskan bahwa penggalangan dana seperti ini sejalan dengan ajaran Islam, sebagaimana yang tertuang dalam Surah Al-Hasyr Ayat 7, yang menekankan pentingnya distribusi kekayaan untuk kepentingan umat.
مَاۤ اَفَآءَ اللّٰهُ عَلٰى رَسُوۡلِهٖ مِنۡ اَهۡلِ الۡقُرٰى فَلِلّٰهِ وَلِلرَّسُوۡلِ وَلِذِى الۡقُرۡبٰى وَالۡيَتٰمٰى وَالۡمَسٰكِيۡنِ وَابۡنِ السَّبِيۡلِۙ كَىۡ لَا يَكُوۡنَ دُوۡلَةًۢ بَيۡنَ الۡاَغۡنِيَآءِ مِنۡكُمۡ ؕ وَمَاۤ اٰتٰٮكُمُ الرَّسُوۡلُ فَخُذُوْهُ وَمَا نَهٰٮكُمۡ عَنۡهُ فَانْتَهُوۡا ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ؕ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيۡدُ الۡعِقَابِۘ
“Harta rampasan (fai‘) dari mereka yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (yang berasal) dari penduduk beberapa negeri, adalah untuk Allah, Rasul, kerabat (Rasul), anak-anak yatim, orang-orang miskin dan untuk orang-orang yang dalam perjalanan, agar harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah sangat keras hukuman-Nya.”
Menurut Buya Amirsyah, salah satu cara yang efektif mendistribusikan kekayaan umat melalui menggalang dana lewat platform fundraising face-to-face sehingga langsung memperolah dana secara tunai.
Bagi warga Muhammadiyah ziswaf merupakan bentuk fundraising. Adapun tujuan fundraising kali ini adalah mendukung pengembangan TK Aisiyah 42 Cabang Ciputat yang terletak di Jalan Pemuda No.13, Ciputat, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten.
“Mengembangkan TK tersebut merupakan keniscayaan guna memperkuat hubungan sosial,” katanya.
Ziswaf sebagai Tradisi Muhammadiyah
Kepada media, buya Amirsyah mengatakan, dalam sejarahnya, Muhammadiyah telah lama menggunakan ziswaf (zakat, infak, sedekah, wakaf) sebagai sarana membangun berbagai inisiatif sosial dan pendidikan. Sejak masa K.H. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, berbagai gerakan filantropi seperti Pertolongan Kesengsaraan Umat (PKU) telah menjadi bagian dari tradisi organisasi ini.
Saat ini, warga Muhammadiyah dapat berpartisipasi dalam ziswaf melalui lembaga-lembaga resmi seperti Lembaga Zakat Muhammadiyah (LazMU) dan Majelis Pendayagunaan Wakaf PP Muhammadiyah. Salah satu platform yang digunakan adalah https://wakafmu.or.id, yang memudahkan masyarakat dalam berkontribusi terhadap program-program jangka panjang yang memiliki nilai jariyah.
Acara ini menjadi bukti nyata bahwa Ramadan tidak hanya menjadi momen ibadah pribadi, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat solidaritas dan berbagi berkah bagi pendidikan anak bangsa. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, pembangunan TK Aisyiyah 42 di Ciputat diharapkan dapat menjadi bagian dari cita-cita besar mencetak generasi emas Indonesia 2045.
