Jakarta, panjimas – BAZNAS RI melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) bersama Lembaga Sertifikasi Profesi BAZNAS menyelenggarakan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) dan Sertifikasi Skema Manajer Pengumpulan serta Skema Manajer Pendistribusian dan Pendayagunaan untuk amil zakat dari Afrika Tengah dan Barat.
Program ini merupakan wujud kerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor dalam upaya meningkatkan kompetensi profesional pengelola zakat sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
Sebagai pembuka rangkaian pelatihan, pada Rabu (16/4/2025), Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, M.Si. menyampaikan materi penting di ruang pertemuan Fakultas Ekonomi Manajemen IPB. Dalam sesinya, beliau menekankan tiga aspek fundamental bagi amil zakat, yaitu hak dan kewajiban amil, pembentukan karakter amil yang ideal, serta pemahaman mendalam tentang pilar fundraising dalam pengelolaan zakat.
Turut Hadir; Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementrian Agama, Prof. Dr. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag.; Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi dan Pengembangan Masyarakat Agromaritim IPB University, Prof. Dr. Ir. Ernan Rustiadi, M.Agr.; Dekan Fakultas Ekonomi dan Management IPB University, Dr. Irfan Syauqi Beik, SP, MSc. Ec
Kegiatan ini direncanakan akan berlangsung mulai 16 April 225 hingga 22 April 2025 di Kampus IPB Dramaga Bogor, yang bertujuan membangun jaringan amil zakat internasional yang kompeten dan profesional dalam mengoptimalkan pengelolaan dana zakat untuk kesejahteraan umat.
Para peserta akan mendapatkan pelatihan komprehensif tentang sistem pengelolaan zakat modern dan kesempatan memperoleh sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional melalui LSP BAZNAS. Dengan pendekatan pembelajaran interaktif melalui presentasi, diskusi, dan simulasi praktik, program ini diharapkan mampu menghasilkan tenaga profesional zakat yang handal di kawasan Afrika.
Biro Komunikasi Publik
Humas – Khairul Anam
