Jakarta, panjimas – Ribuan warga Muhammadiyah Jawa Timur memadati Auditorium Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Sabtu (26/4/2025). Suasana hangat dan penuh semangat menyelimuti perhelatan Halalbihalal PWM Jatim 1446 ini, terlebih dengan kehadiran Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Syafiq A. Mughni, M.A., Ph.D.
Dalam sambutannya, Prof. Syafiq mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk menjaga optimisme dalam menguatkan dan memajukan Perserikatan. Ramadan, kata dia, telah menjadi ajang pelatihan kesabaran bagi umat Islam, termasuk warga Muhammadiyah.
“Kita sudah digembleng selama bulan Ramadan, dan itu mengajarkan betapa pentingnya kesabaran dalam arti yang seluas-luasnya,” tuturnya.
Namun, dia menegaskan, sabar bukan berarti menyerah atau pasrah tanpa upaya. Ia menekankan bahwa kesabaran yang dimaksud adalah keteguhan dalam berjuang dan keistikamahan dalam menghadapi tantangan.
“Sabar bukan berarti putus asa atau menyerah. Sabar juga bukan berarti nekat, tetapi sabar memiliki arti istikamah,” lanjutnya.
Ia optimistis bahwa seluruh warga Muhammadiyah, dengan daya tahan dan semangat yang ditempa selama Ramadan, mampu terus mengembangkan Perserikatan di tengah berbagai ujian zaman.
Lebih jauh, Prof. Syafiq mengingatkan pentingnya menjaga kekokohan dan keistikamahan dalam berdakwah melalui Muhammadiyah. Ia menekankan bahwa Muhammadiyah bukan sekadar organisasi, melainkan gerakan berbudaya modern yang tertib dan berlandaskan aturan jelas.
“Alhamdulillah, kita mendapat banyak apresiasi dari berbagai pihak. Maka dari itu, jadikan itu sebagai dorongan agar kita semakin istikamah mengabdi untuk Perserikatan,” ungkapnya.
Menurutnya, Muhammadiyah membawa cara berpikir modern yang terus mendorong kemajuan untuk membangun masyarakat, bangsa, bahkan kemanusiaan global yang damai, aman, dan berkeadilan.
“Muhammadiyah selain sebuah organisasi juga sebagai gerakan. Kita memiliki culture, cara berpikir yang modern, yang mengharuskan kita untuk terus maju agar menciptakan masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan global yang damai, aman, dan berkeadilan. Ini adalah state of mind Muhammadiyah,” jelasnya.
Prof. Syafiq menggantikan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir yang berhalangan hadir mengakhiri sambutannya dengan optimisme bahwa silaturahmi dalam momentum Halalbihalal ini menjadi energi baru untuk menguatkan tekad dalam memajukan Muhammadiyah.
“Insyaallah dengan silaturahmi ini, kita bisa menguatkan komitmen kita untuk memajukan Muhammadiyah,” tuturnya
