InternasionalNasionalNews

Mendikdasmen Tegaskan Komitmen “Pendidikan Bermutu untuk Semua” di Forum AEMM Jeju Korsel

30

Jakarta, panjimas — Dalam nuansa diplomasi pendidikan yang hangat, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan visi dan prioritas strategis Indonesia di hadapan sejumlah menteri pendidikan dari negara-negara anggota APEC. Forum multilateral yang berlangsung di Jeju, Korea Selatan, itu merupakan bagian dari Pertemuan Menteri Pendidikan APEC (AEMM) Ke-7.

Dalam salah satu sesi pertemuan bilateral, Abdul Mu’ti berbagi panggung dengan Menteri Pendidikan Korea Selatan, Oh Seok-Hwan, yang juga menjabat sebagai Penjabat Sementara Presiden dan Perdana Menteri Korea Selatan. Pertemuan ini menjadi momen penting untuk menjajaki kolaborasi yang lebih konkret di bidang pendidikan antara kedua negara.

Mu’ti menegaskan bahwa visi Kemendikdasmen saat ini adalah “Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Untuk merealisasikan visi tersebut, pemerintah Indonesia menyiapkan sejumlah program prioritas, salah satunya adalah wajib belajar 13 tahun sejak taman kanak-kanak serta digitalisasi pendidikan.

“Digitalisasi Pendidikan, yang di dalamnya ada kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI), coding, dan pembelajaran mendalam, merupakan upaya kita untuk memenuhi layanan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” ujarnya, dikutip dari siaran pers Kemendikdasmen yang diterima media, Rabu (14/5/25) sore.

Ia juga menyampaikan bahwa kerja sama Indonesia-Korea Selatan sudah mulai terjalin, salah satunya melalui kolaborasi dengan Tim Enuma Korea Selatan untuk pengembangan platform pembelajaran bagi anak usia dini. Kolaborasi ini dianggap sebagai langkah konkret dalam mendukung transformasi pendidikan di era digital.

Pernyataan Mu’ti disambut positif oleh Menteri Oh Seok-Hwan. Ia menyatakan ketertarikannya untuk mempererat kerja sama, khususnya dalam pengembangan pembelajaran digital.

Pemerintah Korea Selatan, menurut Oh, berkomitmen menjadi mitra strategis bagi Indonesia dalam upaya memperluas akses pendidikan, terutama bagi masyarakat di wilayah terpencil.

Menteri Oh juga membagikan pengalaman negaranya dalam menghadapi tantangan pemerataan pendidikan. Ia menyebut Jeju sebagai salah satu wilayah yang memiliki kesenjangan akses pendidikan, serupa dengan kondisi beberapa daerah di Indonesia. Ia menekankan pentingnya teknologi digital dalam menjembatani ketimpangan tersebut.

Dengan semangat kerja sama dan saling belajar, pertemuan ini bukan sekadar diplomasi seremonial, tetapi menjadi titik tolak baru bagi Indonesia dan Korea Selatan dalam memperkuat sistem pendidikan yang inklusif dan adaptif di era transformasi digital

Exit mobile version