Jakarta, panjimas – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Jakarta Timur sukses menyelenggarakan Pelatihan Mubalig Muda yang dihadiri oleh kader IMM serta mahasiswa.
Kegiatan ini menjadi ruang pembinaan strategis bagi para calon dai dan daiyah muda Muhammadiyah dalam mengembangkan kapasitas dakwah yang santun dan berkarakter.
Sambutan utama disampaikan oleh Ketua DPP IMM Bidang Tabligh, Kajian & Keislaman (TKK), M. Hasnan Nahar, M.Ag., yang secara lugas menyampaikan apresiasi atas inisiatif PC IMM Jakarta Timur Periode 2024/2025.
“Kalau boleh saya sampaikan secara persentase, belum banyak pimpinan cabang yang menyelenggarakan pelatihan seperti ini. Teman-teman yang hadir di sini adalah bagian dari kelompok terpilih, bahkan bisa dikatakan sebagai anomali positif,” ujarnya.
Hasnan Nahar juga menekankan bahwa seorang mubalig bukan hanya menyampaikan dakwah secara lisan, melainkan juga melalui perilaku yang mencerminkan akhlak Islami.
Menurutnya, keteladanan, pilihan kata yang santun, serta sikap tenang dalam menghadapi perbedaan adalah kunci utama dakwah yang efektif dan menyentuh hati.
Ia juga menyoroti pentingnya membuka ruang yang lebih luas bagi peran mubaligah. Tantangan klasik seperti penolakan mubalig perempuan untuk berceramah di mimbar mencerminkan bahwa sebagian masyarakat masih belum sepenuhnya menerima kehadiran mubaligah. Kepada para imam latih, ia berpesan agar tidak berkecil hati dan terus melangkah dalam proses belajar dan berdakwah.
“Muhammadiyah tidak kekurangan masjid, tidak kekurangan tempat dakwah yang kita butuhkan adalah kader-kader yang siap tampil, belajar, dan menyampaikan dakwah dengan cara yang beradab, santun, dan menyentuh hati,” tegasnya.
Selain membahas peran dai, beliau juga mengingatkan karakteristik Islam yang hanif (lurus sesuai Al-Qur’an dan Sunnah) dan samha (toleran terhadap perbedaan), agar dakwah IMM ke depan mampu menjadi penyejuk di tengah perbedaan pandangan umat.
Sambutan ditutup dengan pesan penuh semangat :
“Niatkan semua ini karena Allah. Dengan niat yang lurus, InsyaAllah dakwah kita akan berkah.”
Kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak awal lahirnya generasi dai dan daiyah Muhammadiyah yang unggul, berilmu, dan siap mencerahkan umat dengan dakwah yang moderat dan menyentuh hati.
