BPJPHNasionalNews

Tenaga Ahli BPJH Ungkap Potensi Keuntungan Menjadi Tenaga Pendamping Halal

52

Jakarta, panjimas – Sebagai negara mayoritas berpenduduk muslim di dunia, Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk memanfaatkan produk halal dengan baik. Namun sayangnya keuntungan tersebut belum bisa dimaksimalkan karena banyaknya usaha dan produk yang belum bersertifikat halal.

Hal itu diungkap oleh Tenaga Ahli Kepala BPJPH, Fariza Y Irawady yang menyampaikan kondisi tersebut membuat Indonesia hanya berhasil menggarap pasar produk halal hanya sekitar Rp637 triliun dari nilai pasar hahal global yang mencapai Rp20 ribu triliun.

“Sekali lagi bukan karena produk kita nggak laku, tapi karena kita belum tertib halal. Kita masih meremehkan dan memudahkan, nggak penting lah, ngapain sih sertifikasi halal, toh saya kan jual nasi padang, di mana-mana juga orang sudah tahu nasi padang halal,” tuturnya dalam Talkshow di acara Indonesia International Halal Festival di JCC Senayan, Ahad (22/6/25).

Oleh sebab itu, dirinya mengatakan BPJPH menggelar acara Indonesia International Halal Festival (IIHF) yang berlangsung selama tiga hari yakni mulai dari tanggal 20-22 Juni 2025. Acara ini menghadirkan sejumlah lembaga pemerintah dan profesional yang bisa membantu para pelaku usaha mendapatkan edukasi mengenai produk halal hingga sertifikasi halal.

Berdasarkan survei yang dilakukan, 83 persen masyarakat Indonesia sudah mulai menyadari pentingnya sertifikat halal dalam setiap kemasan produk yang dibeli. Fakta ini sekaligus menjadi peluang bagi masyarakat untuk menjadi tenaga pendamping produk halal yang dibayar oleh pemerintah sebesar Rp150 ribu per sertifikat yang sudah dikeluarkan.

Masih menurut Caca, panggilan akrab Tenaga Ahli Kepala BPJPH itu, dari 65 juta pelaku usaha di Indonesia saat ini, sekitar 20 persennya atau 14 juta adalah adalah sektor makanan dan minuman. Dari jumlah tersebut baru 2 juta yang bersertifikasi halal dan sisanya 12 juta belum memiliki sertifikasi halal.

“Maka ini akan menjadi peluang. Sekali lagi, peluang besar bagi pendamping proses produk halal. Anda tinggal tawarkan, tukang cilok apakah mau dagangannya lebih laku gak? jika mau. Maka ibu dan bapak tinggal mendampingi mulai dari proses memasak dengan memastikan minyaknya halal, tepungnya halal sampai mendapatkan sertifikat,” tandasnya.

Dirinya pun memastikan menjadi pendamping sertifikasi halal akan memberikan keuntungan. Sebab, puluhan juta cuan menanti setiap bulannya.

“Coba Anda bayangkan, Anda akan dapat Rp150 ribu. Kalau misalkan di satu warung punya tiga produk, nasi kuning, gorengan, dan kue. Trus tiga-tiganya disertifikasi halal, berarti dapat Rp450 ribu, bayangkan kalau sehari tiga, maka sebulan bisa lebih dari Rp10 juta penghasilan anda,” pungkas Fariza Y Irawadi

Exit mobile version