Papua, Panjimas – Meski usianya masih terbilang muda, tapi Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong sudah memiliki lahan seluas 67 hektar dan saat ini memiliki 7 fakultas dan 26 program studi.
UNIMUDA Sorong menjadi Perguruan Tinggi pertama di Papua Barat Daya yang telah memperoleh Akreditasi Institusi “B” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi sejak tahun 2015. Rektor UNIMUDA saat ini Dr. Rustamadji, M.Si berkomitmen memajukan kampus terbaik di Papua itu.
UNIMUDA yang juga berhasil meraih predikat terbaik 1 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Papua Barat Daya serta terbaik 1 Perguruan Tinggi Swasta di Tanah Papua berdasarkan pemeringkatan Webometrics tahun 2022.
Hal ini disambut apresiasi positif oleh Dr.Amirsyah Tambunan selaku Sekjen MUI yang hadir pada acara acara Tabligh Akbar menyambut peringatan 1 Muharram 1447 H dan sekaligus Milad ke 7 Unimuda. Pada kesempatan itu Buya Amirsyah menyampaikan Dua hal pokok yang harus diingat dan menjadi perhatian bersama.
Pertama, pendidikan merupakan modal sosial membangun pradaban bangsa; yang kedua, kekuatan pradaban berdasarkan iman dan taqwa (Imtaq) dan harus diperkuat dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Dua kekuatan ini merupakan satu kesatuan yang integral. Pradaban bangsa akan hilang seketika jika para pemimpin bersama rakyat tidak mampu membangun pradaban berdasarkan Imtaq dan Iptek.
Oleh sebab itu dirinya mengajak seluruh komponen bangsa dan khususnya rakyat Papua harus menjadi pilar utama memperkuat prabadan bangsa melalui pendidikan seperti Unimuda. Hadir pula Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu S.Sos dan Wabug Ahmad Nausrau yang juga seorang ulama, mantan guru, dan politikus Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Wakil Gubernur Papua Barat Daya.
Lebih lanjut Buya Amirsyah menegaskan bahwa pradaban bangsa seperti yang dilakukan dan dibangun Rasulullah lewat hijrah telah menjadi saksi sejarah tegasnya Negara Madinah yang menghargai multi agama, suku, bahasa dan etnis berdasarkan ukhuwah kemanusiaan (insaniah), ukhuwah kebangsaan (wathatiyah), ukhuwah Islamiyah. Inilah yang menjadi pondasi membangun akhlak bangsa.













