Kepergian pak Rosyad Sholeh bagi saya pribadi jelas membuat saya berduka karena banyak pelajaran dan kenangan yang saya dapat dari beliau yang tak terlupakan. Ada satu kenangan menarik yang saya alami yang tidak mungkin saya lupakan. Waktu itu jabatan beliau sebagai Sekretaris Umum PP Muhammadiyah sementara saya bukan anggota PP tapi Ketua Majelis Ekonomi PP Muhammadiyah.
Pak Rosyad menceritakan bahwa beliau bertanya kepada Menteri Agama tentang wakil Muhammadiyah yang akan menjadi anggota Amirul Haj, karena waktu penyelenggaraan ibadah haji sudah dekat sementara beliau sebagai Sekum PP Muhammadiyah belum juga menerima surat dari Kementrian Agama yang meminta supaya Muhammadiyah mengirim nama yang akan ditunjuk menjadi anggota Amirul Haj.
Lalu saya kata pak Rosyad menanyakan hal tersebut kepada pak Maftuh Basuni sebagai Menteri Agama. Pak Menteri kok Muhammadiyah belum terima surat dari Kementrian Agama yang meminta nama untuk menjadi anggota Amirul Haj ? Dengan spontan pak Maftuh Basuni menjawab. Ooh, dari Muhammadiyah sudah ada calonnya yang saya tunjuk kata pak Menteri, lalu saya timpali siapa namanya cerita pak Rosyad kepada saya ?.
Biasanya kan Kemenag bersurat dulu kepada PP Muh lalu PP Muhammadiyah membicarakannya dalam rapat dan memutuskan siapa yang akan ditunjuk. Oooh tidak kata pak Menteri. Kali ini saya tunjuk langsung saja Wakil dari Muhammadiyah. Siapa yang pak Menteri tunjuk kata pak Rosyad ? Anwar Abbas kata pak Menteri.
Apa alasan pak Menteri menunjuk dia ? Dia lincah kata pak Menteri.. Ooh kalau masalah lincah di Muhammadiyah banyak orang yang lebih lincah dari Anwar Abbas kata pak Rosyad bercerita kepada saya sambil tertawa. Lalu saya jelaskan kepada pak Rosyad besar kemungkinan kekeliruan prosedur tersebut terkait dengan doa isteri saya kata saya kepada pak Rosyad.
Bagaimana ceritanya kata beliau. Isteri saya mau naik haji tanpa saya karena dana terbatas. Isteri saya sudah dapat no porsi berangkat tahun 2008. Tiba-tiba biaya haji isteri saya lunas dan kami dapat rezeki. Sang isteri meminta saya untuk mendaftar tapi dapat porsi tahun 2009, lalu Isteri saya mendesak saya untuk berusaha mencari peluang agar dapat melaksanakan ibadah haji secara bersama.
Setelah berusaha kesana kemari semua peluang tampak oleh saya sudah tertutup. Tapi herannya isteri saya terus berdoa dan berdoa. Lalu saya bilang kepada isteri agar berhentilah berdoa. Tapi isteri saya tetap terus berdoa. Doa isteri saya tampaknya diijabah oleh Allah SWT sehingga terjadilah kekeliruan prosedur tersebut kata saya kepada pak Rosyad sambil tertawa.
Pak Rosyad pun tersenyum mendengar cerita saya. Bagaimana manis dan tulusnya senyum beliau sampai hari ini masih terbayang dengan jelas oleh saya. Hehehe
Anwar Abbas
Ketua PP Muhammadiyah
