Jakarta, panjimas – GCNI terus berbenah untuk berkiprah mendidik anak bangsa melalui basis pesantren. Demikian disampaikan Ketua Yayasan Global GCNI, Zulkarnain, SH dalam acara Peringatan HUT RI ke 80 di komplek Pesantren GCNI Ahad (17/8/25).
Pada kesempatan itu, Prof.Assoc.Amirsyah Tambunan mengatakan dalam amanatnya sebagai pembina upacara peringatan HUT ke 80 bahwa GCNI dapat menjadi wahana mendidik generasi emas 20 tahun kedepan diharapkan jadi pemimpin bangsa. Ia menekankan penting dua hal; pertama, cara belajar yang melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tapi juga benar, sehingga benar-benar cerdas agar menjadi bagian anak bangsa yang menyelesaikan berbagai problem umat dan bangsa.
Berikutnya adalah pentingnya penguatan karakter sehingga mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang ramah lingkungan. Pendiri dan Pengurus Yayasan Hj. Enny Tin Suryanti, bertekad melakukan pembinaan anak didik sehingga menjadi anak-anak santri yang juga sebagai penghafal Al Qur’an sekaligus harus trampil menjadi Leader enterphreun
Karena GCNI secara khusus bertujuan untuk mencetak leader entrepreneur agar menghasilkan generasi muda dalam menggerakkan kekuatan ekonomi umat. Ketua Dewan Pengawas yang juga Sekjen MUI, Buya Amirsyah Tambunan dan juga sebagai pengawas mengajak para siswa Global Cahaya Nubuah Insani (GCNI) memperkuat semangat belajar dan selalu bersyukur dalam bentuk, syukur perkataan, syukur perbuatan dan syukur yang berasal dari niat ikhlas katanya tausiyah subuh pada 4 Juni 2025 di masjid Al Anwar.
Lebih lanjut buya Amirsyah panggilan Sekjen MUI itu mengatakan agar lembaga pendidikan yang memiliki sistem pendidikan harus berkompeten sehingga mampu melahirkan generasi yang unggul SDM baik aspek manajemen maupun keterampilan dalam mengolah sumber daya alam (SDA) yang melimpah berupa tambang nikel, baru bara, dll.
Belajar Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
Mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan tanggung jawab semua pihak. Karena itulah Negara menggariskan dalam tujuan negara, terdapat dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yakni pentingnya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan upaya lain, untuk mencapai kehidupan yang lebih baik, adil, makmur, dan sejahtera bagi seluruh rakyat Indonesia.
Tujuannya
peningkatan kualitas sumber daya Manusia dengan cara mencerdaskan kehidupan bangsa dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh warga negara untuk mengembangkan potensi diri melalui pendidikan, pelatihan, dan berbagai kegiatan lain yang menunjang peningkatan kualitas diridiri.
Sehingga memiliki soft skill dan life skill adalah kemampuan non-teknis yang berkaitan dengan atribut kepribadian dan keterampilan interpersonal, yang memiliki kesadaran untuk terus sabar dan tangguh dalam berinteraksi dan bekerja secara efektif dengan orang lain. Sedangkan life skill kecakapan hidup, adalah kemampuan dan pengetahuan yang memungkinkan seseorang untuk menghadapi tantangan dan tuntutan kehidupan sehari-hari dengan efektif.
