MuhammadiyahNasionalNews

PWM Kaltara Gelar Dialog Wakaf Hadirkan Ketua MPW PP Muhammadiyah

61
×

PWM Kaltara Gelar Dialog Wakaf Hadirkan Ketua MPW PP Muhammadiyah

Sebarkan artikel ini

Jakarta, panjimas – Dialog Wakaf digelar Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Utara (Kaltara) bersama Majelis Pendayagunaan Wakaf (MPW) menghadirkan Ketua MPW PP Muhammadiyah Dr.Amirsyah Tambunan di Komp Perguruan Muhammadiyah Kaltara pada hari Kamis, (11/9/25).

Intinya Wakaf adalah salah satu pilar kekuatan keuangan sosial (social finance) dalam rangka mewujudkan Kesejahteraan umat.

Hadir Ketua pada kegiatan tersebut, Ketua PWM Kaltara H. Syamsi Sarman SP.d dengan jajaran pengurus PWM Kaltara.

Ada sebuah Motto yang sangat terkenal : “Orang yang optimis mengatakan setiap kesulitan maka ada peluang untuk menyelesaikan masalah. Sebaliknya orang yang pasimis, mengatakan, setiap ada masalah, tidak mungkin ada peluang bisa menyelesaikan masalah”.

Oleh karena itu untuk menyelesaikan masalah Wakaf yang belum produktif, semua kekuatan Persyarikatan Muhammadiyah harus ikut berpartisipasi agar Wakaf tanah maupun uang dapat lebih produktif untuk kemaslahatan umat dan bangsa.

Pada acara tersebut itu juga diselamatkan Pengukuhan MUI Provinsi Kalimantan Utara seraya Sekjen MUI Amirsyah Tambunan juga berpesan untuk pengurus yang diberikan amanah untuk bisa mewakafkan waktu agar kebih produktif dalam melihat langsung aset Muhammadiyah diantaranya : SMA Muhammadiyah Tarakan, SMAS MUHAMMADIYAH Tarakan Ladang III NO. 1, Pamusian, Kec. Tarakan Tengah, Kota Tarakan Prov. Kalimantan Utara.

Dalam dialog itu juga disepakati bahwa SMA Muhammadiyah Kota Tarakan didirikan pada tahun 2003 berada di lahan aset Pertamina untuk segera diajukan ke BUMN sesuai ketentuan yang membolehkan aset negara di hibahkan untuk kepentingan sosial sehingga tanah tersebut dapat dimanfaatkan untuk keberlanjutan dunia pendidikan dalam rangka pencerdaskan kehidupan bangsa.

Demikian juga aset wakaf lainnya segera di lengkapi status tanah wakaf yang atas nama pribadi menjadi atas nama Persyarikatan Muhammadiyah berkedudukan di Jogjakarta dan Jakarta.

“Ini merupakan salah satu qaidah dalam pengelolaan aset di inginkan persyarikatan Muhammadiyah pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *