NasionalNews

Apabila Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Bisa Tercapai, Mari Dukung Secara Bersama-sama

26

Cukup mengejutkan juga pernyataan Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan yang mengatakan bahwa jumlah fasilitas kredit yang belum ditarik (undisbursed) oleh nasabah dari dunia perbankan mencapai Rp. 2.304 triliun.

Menurut Dian Ediana biasanya realisasinya menjelang akhir tahun. Bila angka sebesar ini bisa direalisasikan tentu akan sangat besar artinya terhadap pertumbuhan dan pemerataan ekonomi nasional dimana peluang lapangan kerja akan meningkat dengan tajam sehingga pengangguran akan bisa berkurang secara signifikan dan pendapatan serta daya beli masyarakat secara aggregat tentu akan meningkat sehingga diharapkan di awal tahun 2026 keadaan ekonomi nasional sudah semakin membaik dan menjanjikan.

Untuk itu yang perlu dilakukan adalah pertama, membuat nasabah dan pihak perbankan sama-sama berani untuk merealisasikan rencana usaha yang sudah mereka buat tersebut. Kedua, pihak pemerintah dan masyarakat juga harus bisa membantu dunia usaha agar mereka yakin usaha mereka akan berhasil.

Untuk itu perlu ada dialog antara dunia usaha, perbankan, pemerintah dan masyarakat bagi mengkaji semua hal yang terkait dengan masalah investasi dan perekonomian nasional agar kita sebagai bangsa secara bersama-sama dapat mendorong dan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen yang sudah ditargetkan Prabowo dan Purbaya.

Karena memang jika pertumbuhan ekonomi kita hanya stagnan di angka 5 persen maka akan sangat sulit bagi kita sebagai bangsa untuk membuat negeri ini menjadi negara maju sesuai dengan yang kita harapkan dan cita-citakan.

Anwar Abbas
Ketua PP Muhammadiyah

Exit mobile version