Bandung, panjimas – Memilih Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA) sebagai tempat untuk studi lanjut adalah pilihan tepat, di dalamnya tak sekadar belajar dan strategis, tapi juga sarat makna dan nilai-nilai perjuangan.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dadang Kahmad pada Rabu (23/9) dalam Pekan Sosialisasi Orientasi Mahasiswa Baru (PESONAMU) Universitas Muhammadiyah Bandung.
Di PTMA tak sekadar belajar, tapi juga wadah strategis untuk kaderisasi, serta menjadi ruang pembuktian untuk pembentukan karakter, pengembangan ilmu, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Di sinilah nilai-nilai Islam Berkemajuan menjadi pondasi dalam membentuk insan yang berilmu, berintegritas, dan berkontribusi nyata pada kemajuan umat dan bangsa,” katanya.
Kepada mahasiswa baru di kampus Muhammadiyah, Dadang berpesan supaya dapat menjalin persahabatan, membangun jaringan, dan memulai perjalanan akademik dengan semangat yang membara.
“Jadilah mahasiswa yang gemar membaca dan haus akan ilmu. Kedua ini adalah jendela dunia dan kunci akan kemajuan anda semua,” imbuhnya.
Penguatan literasi, sambungnya, menjadi bekal bagi mahasiswa untuk melakukan perubahan besar. Sebab perubahan besar dapat dicapai dengan pemikiran yang tajam dan hati yang bersih, itu dapat diperoleh dari literasi.
Guru Besar Ilmu Sosiologi Agama ini menekankan supaya jangan sampai waktu yang dimiliki oleh mahasiswa terlewati begitu saja, tanpa membaca buku, perenungan terhadap ilmu, dan tanpa perluasan wawasan.
Di tengah derasnya arus digitalisasi sekarang, menurut Dadang, membaca merupakan perlawanan intelektual dan pembentukan spiritual yang mulai. Sebagai firman Allah SWT dalam Surat Al Alaq ayat pertama.
“Saudara-saudara kini memikul amanah untuk menjadi pelanjut dakwah intelektual, pelopor inovasi, dan penjaga nilai-nilai kemanusiaan. Jadilah mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga tanggu secara moral dan sosial,” katanya.
