InternasionalMuhammadiyahNasional

Muhammadiyah Anugerahkan Gelar Doktor HC dan Bintang Tertinggi untuk Raja Muda Perlis

33

Medan, panjimas – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) memberikan anugerah Gelar Doktor Kehormatan Honoris Causa (HC) bidang Ilmu Hukum dan Anugerah Bintang Tertinggi Muhammadiyah kepada Raja Muda Perlis, Malaysia, Duli Yang Teramat Mulia (DYTM) Tuanku Syed Faizuddin Putra ibni Syed Sirajuddin Jamalullail.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan bahwa Anugerah Gelar Bintang Tertinggi (Mitra Bestari Muhammadiyah Internasional) merupakan gelar penghormatan atas dukungan dan kontribusi yang begitu besar dari Tuanku Syed Faizuddin Putra atas pendirian Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM).

“Muhammadiyah dan UMSU telah kedatangan tamu yang teramat istimewa. Raja Muda Perlis adalah tokoh teladan yang menjadi jembatan lahirnya UMAM. Dengan segala hormat, kami memberikan dua penghargaan: Gelar Doktor Honoris Causa (HC) dari UMSU dan Anugerah Kehormatan sebagai Mitra Bestari Internasional dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah,” jelas Haedar dalam agenda sidang senat terbuka di Auditorium Kampus UMSU pada Jumat (26/9).

Haedar menilai bahwa pemikiran Raja Muda Perlis di bidang pendidikan, ekonomi, dan kemanusiaan memiliki nilai-nilai berkemajuan. Sehingga, hal tersebut begitu penting bagi perkembangan zaman dan generasi mendatang.

“Raja Muda Perlis adalah seorang intelektual dan teladan. Sikap egaliter dan demokratisnya mampu mempelopori keterbukaan pemikiran yang maju dan relevan untuk masyarakat ASEAN,” tambahnya.

Raja Muda Perlis, Tuanku Syed Faizuddin dalam titahnya menyampaikan gelar kehormatan yang diberikan Muhammadiyah tidak dilihat sebagai pengakuan untuk pribadi semata, melainkan merupakan satu bentuk kerja sama institusi untuk membangun masyarakat.

“Gelar ini bukan hanya semata untuk saya, namun untuk kemakmuran masyarakat. Semoga dengan anugerah ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk melahirkan kemajuan yang berkualitas,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa tanggung jawab bersama dan amanah ini perlu diperkuat untuk memperkukuh pendidikan, nilai keagamaan serta untuk peningkatan kerja sama yang bermanfaat antara Muhammadiyah dan Perlis.

“Saya percaya pendidikan merupakan kunci peradaban. UMSU telah berperan melahirkan generasi berilmu serta berakhlak mulia. Gelar kehormatan ini tentu juga menjadi lambang bersama untuk menjadikan ilmu sebagai cahaya dan amal sebagai tonggak,” lanjutnya.

Prosesi penganugerahan ini ditandai dengan penyerahan Anugerah Kehormatan Mitra Bestari Internasional Muhammadiyah oleh Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah dan ijazah gelar doktor kehormatan oleh Rektor UMSU, Agussani, kepada DYTM Tuanku Syed Faizuddin Putra ibni Syed Sirajuddin Jamalullail.

Sebagai informasi tambahan, penganugerahan gelar istimewa ini telah melalui tahapan proses yang sesuai standar oleh Promotor, dan Co-Promotor. Dalam hal ini didasarkan atas jasa dan kontribusi Raja Muda Perlis, salah satunya dalam memberikan izin pendirian UMAM dan membangun kerja sama lebih dalam dengan Muhammadiyah di bidang pendidikan.

Exit mobile version