Sukoharjo, panjimas — Yayasan Persyarikatan Muhammadiyah Sukoharjo meresmikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG untuk program makan bergizi gratis atau MBG di wilayah Desa Gedongan, Kecamatan Baki, Rabu (1/10/2025). Dapur SPPG ini bakal melayani 3.533 penerima manfaat program MBG di wilayah Baki.
Acara peresmian dapur SPPG Gedongan dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Baki, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo Djumari, perwakilan Yayasan Persyarikatan Muhammadiyah Kecamatan Baki Sahono, kepala sekolah penerima manfaat, serta warga setempat.
Perwakilan Yayasan Persyarikatan Muhammadiyah Kecamatan Baki, Sahono, mengatakan dapur SPPG Gedongan bakal melayani 3.533 penerima manfaat program MBG di wilayah Desa Gedongan dan Jetis.
Para penerima manfaat terdiri dari kalangan pelajar mulai jenjang PAUD hingga SMA dan sederajat. “Kemudian, ditambah anak balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Mereka menerima makanan yang disalurkan saat kegiatan pos pelayanan terpadu [posyandu],” kata dia.
Menurut Sahono, pembangunan fisik dapur SPPG Gedongan, Baki, Sukoharjo, dikerjakan selama 45 hari. Pengerjaan pembangunan dapur SPPG rampung pada akhir Agustus 2025. Kemudian dilanjutkan dengan pengadaan peralatan dapur sesuai standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
Pengelola dapur SPPG juga segera mengurus sertifikasi laik higiene dan sanitasi (SLHS) sebagai syarat utama operasional. “Untuk operasional mudah-mudahan tidak lama lagi. Insyaallah bulan ini. Sekarang kami tengah mematangkan persiapan dan merancang menu makanan yang terukur memenuhi asupan gizi, aman dan layak dikonsumsi,” ujar dia.
Ketua PDM Sukoharjo, Djumari, mengatakan Muhammadiyah Sukoharjo membangun sembilan dapur SPPG guna menyokong MBG yang menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Saat ini, dua dapur SPPG sudah beroperasi masing-masing SPPG Nguter dan SPPG Polokarto.
Djumari mengatakan program makan bergizi yang dijalankan Muhammadiyah bagian dari konsep Islam Berkemajuan untuk mendorong kemajuan dalam segala aspek kehidupan. Termasuk mendukung program prioritas nasional yang bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa. “Muhammadiyah Sukoharjo berupaya memberikan kontribusi dalam mewujudkan peningkatan kualitas generasi penerus bangsa,” urai dia.
Sementara itu, Camat Baki, Sutarto, mengatakan terdapat enam dapur SPPG di wilayah Baki. Namun, baru empat dapur SPPG yang sudah beroperasi mendistribusikan makanan ke penerima manfaat.
Sementara jumlah penerima manfaat dari kalangan pelajar sekitar 14.000 siswa dan anak balita, ibu hamil dan ibu menyusui sebanyak 4.000 orang. “Total, jumlah penerima manfaat program MBG di wilayah Baki kurang lebih 18.000 orang. Saya berharap semua dapur SPPG sudah beroperasi pada tahun ini,” ujar dia













