Jakarta, panjimas – Tanggal 22 Oktober menjadi genap satu tahun sudah Ahmad Haikal Hassan memimpin Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) sejak Oktober 2024 lalu. Dalam kepemimpinannya, Babe Haikal membawa semangat baru memperkuat ekosistem halal nasional dan menjadikan Indonesia sebagai pusat halal dunia melalui kolaborasi lintas sektor, inovasi kebijakan, serta diplomasi internasional yang aktif.
Selama satu tahun terakhir, BPJPH mencatat berbagai capaian strategis. Salah satunya adalah percepatan sertifikasi halal gratis bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang telah menjangkau lebih dari 500 ribu pelaku usaha di seluruh Indonesia. Selain itu, BPJPH memperluas kerja sama internasional dengan lembaga halal di Malaysia, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, guna memperkuat mutual recognition agreement (MRA) terhadap sertifikat halal Indonesia di pasar global.
Dalam aspek pelayanan publik, BPJPH menghadirkan digitalisasi sistem layanan halal nasional melalui pengembangan platform SiHalal 2.0. Platform ini meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam proses pengajuan, pemeriksaan, serta penerbitan sertifikat halal yang kini lebih cepat dan terintegrasi lintas instansi.
“Era regulasi wajib halal harus menjadi momentum kebangkitan ekonomi umat dan peningkatan daya saing produk halal Indonesia di pasar global,” ujar Haikal Hassan, Kepala BPJPH pada Selasa (21/10).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Penguatan Ekosistem Halal Nasional dalam Era Regulasi Wajib Halal” yang digelar Perhimpunan Saudagar Muslimah Indonesia (PERSAMI) bersama PT Surveyor Indonesia (Persero) di Aula Graha Surveyor Indonesia, Jakarta.
Haikal Hassan menambahkan, hingga kini lebih dari 9,8 juta produk di Indonesia telah tersertifikasi halal. Angka ini melampaui target yang ditetapkan dan menunjukkan meningkatnya kesadaran pelaku usaha, baik UMKM maupun industri besar, terhadap pentingnya kepatuhan terhadap regulasi halal.
“Halal bukan hanya urusan agama, tapi juga simbol kualitas dan kesehatan. Banyak negara non-Muslim seperti Tiongkok, Brasil, dan Amerika Serikat kini menjadi produsen produk halal terbesar di dunia. Indonesia harus melihat ini sebagai peluang besar untuk menjadikan halal sebagai motor pertumbuhan ekonomi,” ujar Haikal.
Babe Haikal juga mengingatkan pentingnya pemberitaan yang objektif dan edukatif dalam menyosialisasikan regulasi halal.
“Saya mengimbau rekan-rekan media untuk menyampaikan informasi secara utuh dan berimbang, karena isu halal bersifat sensitif namun strategis bagi pembangunan ekonomi nasional,” tegasnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari Road to Persami Jakarta Halal Festival 2025, yang akan berlangsung pada 14–16 November 2025 di Cendrawasih Hall JICC. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Ketua Umum PERSAMI Prof. Siti Nur Azizah, Direktur Utama PT Surveyor Indonesia Sandry Pasambuna, Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyiddin, Influencer Halal Lifestyle Dian Widayanti, serta Kepala Lembaga Pemeriksa Halal PT Surveyor Indonesia (LPH PTSI) Wibowo Utomo.













