MuhammadiyahNasionalNews

Celengannya Kecil, Cita-Citanya yang Besar, Kisah Inspiratif Abidah dan Ahmad

133

Boyolali, panjimas – Di tengah semangat membangun Kampus 2 MIM Al Akbar Pandeyan, terselip kisah sederhana namun penuh makna dari dua siswa MIMPA: Abidah dan Ahmad. Keduanya masih duduk di bangku sekolah dasar, namun memiliki hati yang begitu besar — lebih besar dari celengan kecil yang mereka bawa ke sekolah pagi itu.

Abidah setiap hari menabung dari sisa uang jajannya. Kadang hanya seribu, kadang dua ribu. Ia menyimpannya dengan hati-hati dalam celengan berbentuk kucing berwarna biru. “Aku ingin bantu bangun sekolah, biar nanti ada taman yang luas dan kelas yang nyaman,” ucapnya polos kepada gurunya. Tak pernah ia sangka, tabungan kecilnya menjadi bukti nyata kepedulian yang luar biasa.

Begitu pula dengan Ahmad. Celengannya penuh dengan koin hasil menahan keinginan membeli mainan dan jajanan. Ia berkata dengan mata berbinar,
“Kalau sekolahku tambah besar, berarti makin banyak anak bisa belajar di sini. Aku ingin sekolahku punya banyak kebaikan.”

Ketika Abidah dan Ahmad menyerahkan celengan mereka untuk pembangunan Kampus 2 MIMPA, suasana haru menyelimuti guru dan teman-teman. Tidak ada jumlah yang terlalu kecil dalam kebaikan. Dari tangan kecil mereka, tumbuh harapan besar untuk masa depan pendidikan.

Kisah Abidah dan Ahmad mengajarkan kepada kita bahwa sedekah tidak menunggu kaya, dan kepedulian tidak mengenal usia.
Dari celengan sederhana, lahirlah semangat luar biasa yang menghidupkan nilai infaq, ukhuwah, dan cinta ilmu — nilai-nilai yang menjadi ruh MIM Al Akbar Pandeyan.

Semoga langkah kecil Abidah dan Ahmad menjadi inspirasi bagi seluruh keluarga besar MIMPA untuk terus berbuat baik, sekecil apa pun, karena Allah berfirman:

“Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasannya).”
(QS. Az-Zalzalah: 7)

Exit mobile version