NasionalNews

Wamen Fajar Riza Ul Haq Sebut Masa Depan Organisasi Keagamaan Ditentukan oleh Nilai dan Dampak Sosial

58

Surakarta, panjimas – Saat ini, organisasi keagamaan sering dipertanyakan relevansinya. Semakin sedikit pula anak muda yang mau bergabung dalam organisasi keagamaan. Hal tersebut disorot Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Fajar Riza Ul Haq, saat menyampaikan materi dalam Rakornas Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PP Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Jumat (24/10).

Fajar, yang juga Ketua Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis (LKKS) PP Muhammadiyah, mengungkap hasil penelitian yang menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia tidak aktif dalam organisasi, terkhusus organisasi keagamaan. Bahkan, hanya 5 persen anak muda yang terlibat di dalamnya.

“Nah ini jadi perdebatan antara kita juga soal kualitas metodologi surveynya, premi pertanyaannya, kita perdebatkan. Tetapi yang bisa saya sampaikan survey yang mengatakan fenomena semacam itu bukan hanya satu survei. Tapi ada dua sampai tiga survei,” ungkapnya.

Penurunan minat berorganisasi terjadi salah satunya karena perubahan cara pandang generasi muda. Gen Z, kata Fajar, memiliki pola keberagamaan yang lebih personal dan spiritual, bukan lagi berbasis institusi. Mereka cenderung tidak menyukai hierarki dan formalitas yang dianggap kaku.

Fajar juga menekankan bahwa ada pergeseran cara berpikir anak-anak muda ketika melihat suatu organisasi yang menjadi tantangan bagi organisatoris.

Masa depan organisasi, lanjut Fajar, sebenarnya tidak ditentukan oleh basis organisasi. Tapi ditentukan oleh ekosistem nilai dan dampak yang dilahirkan.

“Sebenarnya asa depan organisasi keagamaan itu masih bisa relevan dan bertahan, dan bisa menghadirkan generasi baru jika berorientasi kepada nilai dan dampak sosial,” tuturnya.

Fajar menutup sambutannya dengan mengutip ayat Al-Qur’an tentang pentingnya amal saleh sebagai dasar keberagamaan yang berdampak sosial.

“Orang-rang yang beriman dan beramal saleh, sesungguhnya kami tidak akan mengabaikan, menyia-nyiakan, pahala orang-orang yang berbuat kebaikan,” tandasnya.

Exit mobile version