MuhammadiyahNasionalNews

Jelang Milad Muhammadiyah, Diwarnai Jalan Kaki 113 Km di Yogyakarta

75

Yogyakarta, panjimas – Agenda menarik tersaji jelang perayaan Milad ke-113 Muhammadiyah. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWM DIY) berkolaborasi dengan Lembaga Dakwah Komunitas (LDK), Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, Lazismu, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah DIY, HW, dan Komunitas Penyintas Stroke memulai aksi jalan kaki 113 km yang terbagi kedalam 9 Etape dengan mengelilingi hampir seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Langkah inovatif ini mendapat apresiasi langsung dari Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hilman Latief. Menurut Hilman, ini adalah satu wujud nyata mendakwahkan empat aspek Risalah Islam Berkemajuan melalui ruang-ruang terbuka dan komunitas.

“Ini adalah bagian dari empat aspek Risalah Islam Berkemajuan (Islam sebagai gerakan Tauhid, Dakwah, Ilmu, dan Amal. Melalui agenda ini, maka penyebaran dakwah Muhammadiyah dapat semakin diperluas melalui komunitas-komunitas yang telah terbentuk dan Insyaallah kita bisa sinergikan program ini sehingga nanti menjadi hal yang besar untuk kita berdakwah melalui komunitas-komunitas muhammadiyah. Saya kira ini merupakan satu bentuk ijtihad kita,” jelas Hilman dalam sambutannya, Senin, (10/11).

Menyoroti tentang budaya jalan kaki masyarakat Indonesia, Hilman mengungkap bahwa hal ini perlu untuk terus ditingkatkan. Bahkan, dalam langkah berdakwah dan mengedukasi, Hilman mendorong agar apa yang didakwahkan Muhammadiyah harus “lentur” dan tidak kaku.

“Ini penting, dan kami akan senantiasa mendukung komunitas-komunitas Muhammadiyah. Edukasi tidak hanya khusus di ruang-ruang kelas, dan ruang formal, namun juga perlu dilakukan melalui ruang-ruang terbuka,” ungkapnya.

Kemudian, menjelaskan lebih jauh terkait aksi jalan kaki 113 km ini, Ketua PWM DIY, Ikhwan Ahada menyebut bahwa aksi jalan kaki ini telah dijalankan secara mandiri selama 2 tahun. Maka tujuan untuk mengembangkan dakwah di ruang-ruang terbuka ini dinilainya sangat relevan dengan tema yang di angkat untuk agenda aksi ini yaitu “Menapak Jejak Juang, Merajut Ukhuwah, Menggerakkan Dakwah,”.

“Ini adalah tahun ke 2 kami menjalani aksi jalan kaki, tahun lalu di 112 km, dan sekarang 113 km. Temanya juga sangat relevan, maka dengan langkah dan inovasi kebaikan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari dakwah yang menggembirakan,” ucapnya.

Diketahui, agenda hari pertama ini (etape 1) telah terlaksana dengan rute sejauh 13 km yang dimulai dari kantor PWM DIY hingga finish di kantor PP Muhammadiyah, Jl. Cikdi Tiro Yogyakarta. Maka, Ikhwan menyebut, dengan kolaborasi dengan banyak komunitas dan lembaga, khususnya dengan komunitas penyintas stroke, dapat menjadi pendukung mereka dalam menjalani terapi kesehatan melalui terapi jalan kaki, sehingga diharapkan dapat mempercepat pemulihan para penyintas stroke.

“Kami apresiasi juga untuk para komunitas penyintas stroke yang turut berkontribusi dan mengikuti kegiatan jalan kaki ini hingga akhir. Tentu ini juga merupakan langkah nyata kami untuk membantu mereka menjalani pemulihan dengan terapi jalan kaki,” ujar Ikhwan.

Dengan dukungan langsung dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, agenda positif ini diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan di tahun-tahun berikutnya, dan dapat menggandeng lebih banyak masyarakat dengan tujuan untuk hidup sehat bersama dan menyebarkan dakwah berkemajuan melalui ruang-ruang terbuka dan komunitas Muhammadiyah

Exit mobile version