MuhammadiyahNasionalNews

Ribuan Warga Muhammadiyah Surakarta Ikuti Apel Akbar

31

Surakarta, panjimas – Sejak Sabtu pagi (15/11), nampak ribuan warga Muhammadiyah memadati Lapangan Jajar, Laweyan. Tercatat jumlahnya sekitar 7.500. Mereka sedang mengikuti rangkaian Apel Milad ke-113 Muhammadiyah dan Milad ke-107 Hizbul Wathan yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta.

Warga Muhammadiyah Surakarta itu terdiri dari siswa-siswi sekolah Muhammadiyah se-Surakarta, Rumah Sakit PKU Muhammadiyah, Perguruan Tinggi Muhammadiyah, hingga organisasi otonom tingkat daerah.

Para peserta terlihat antusias sejak kegiatan dibuka dengan berbagai penampilan yang ada. Semuanya ikut tampil, dari Taman Kanak-Kanak sampai tingkat sekolah menengah.

Melihat semangat ini, Ketua Kwartir Daerah HW Kota Surakarta, Ramanda Parimin Tejo Pramono mengungkapkan syukur dan apresiasinya kepada seluruh peserta. Meski dalam keadaan hujan, semuanya dapat mengikuti dengan tertib dan disiplin.

“Atas segala sesuatu keridaan Allah dan kemurahan Allah yang diberikan sehingga Apel Milad bisa berjalan dengan lancar, meskipun cuaca sempat hujan,” ujarnya.

Ramanda menyebut momentum milad kali ini adalah penyemangat untuk terus berdakwah dan berjuang di Muhammadiyah. Gerakan kepanduan HW dan Muhammadiyah di Kota Surakarta, diharapnya bisa maju dan lebih baik lagi.

“Sesuai dengan tema memajukan kesejahteraan bangsa, persyarikatan Muhammadiyah terus melayani umat khusus di Kota Surakarta. Semoga Allah meridai,” terangnya.

Sementara itu, bertindak sebagai pembina apel adalah Wakil Ketua PDM Kota Surakarta, Joko Riyanto. Sama halnya dengan Ramanda, dalam amanatnya menyebut makna apel akbar ini bukan sekadar seremonial peringatan, tetapi menjadi momentum untuk memperkokoh jati diri bangsa sebagai Pandu Muhammadiyah.

Hizbul Wathan dan Muhammadiyah, kata Joko. “Dua kekuatan moral dan spiritual yang berjalan seiring dalam membangun peradaban bangsa. Para pandu HW diharapkan meneladani Kiai Ahmad Dahlan dan Jenderal Sudirman yang berperan aktif dalam mewujudkan kesejahteraan bangsa dengan akhlak, ilmu, dan pengabdian,” jelasnya.

Sebagai generasi penerus bangsa, harus optimis berkemajuan, harus semangat songsong kesuksesan. “Songsong keberhasilan dengan penuh istikomah dan tidak boleh malas. Semoga sinergitas antara Muhammadiyah dan Hizbul Wathan untuk membangun bangsa yang berkemajuan terus memajukan kesejahteraan bangsa,” lanjut Joko.

Apel Milad ke-113 Muhammadiyah dan Milad ke-107 Hizbul Wathan ini menjadi simbol kebersamaan dan kekuatan gerakan Muhammadiyah di Kota Surakarta. Muhammadiyah dan Hizbul Wathan terus menginspirasi generasi penerus untuk membangun bangsa dengan nilai-nilai Islam berkemajuan

Exit mobile version