MuhammadiyahNasionalNews

Majelis Tabligh Muhammadiyah Jajaki Kolaborasi dengan Pondok Pesantren Sidogiri, Bangun Pilar Dakwah Ekonomi

23

Pasuruan, panjimas – Atas kesadaran akan pentingnya pilar dakwah di bidang ekonomi, Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengadakan kunjungan kerja dan studi komparatif ke Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan pada (25/11).

Bendahara Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Achmad Supriyadi menyampaikan tujuan kedatangannya ke Ponpes Sidogiri untuk berkolaborasi dalam membangun ekonomi syariah berbasis keumatan. Menurutnya, Ponpes Sidogiri terbilang sukses untuk implementasi yang mensejahterakan umat banyak.

“Kami ingin melihat bagaimana nilai-nilai ilahiah diterjemahkan menjadi sistem ekonomi yang menyejahterakan, bukan hanya memperkaya segelintir orang,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Sekretaris Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Waluyo berharap dengan jaringan yang dimiliki Muhammadiyah dapat menjadi bekal untuk membangun ekonomi umat. Terlebih setelah mendapat ilmu dari praktik ekonomi oleh Ponpes Sidogiri ini.

“Dengan jejaringnya yang luas, Muhammadiyah insya Allah mampu bersinergi atau bahkan mengembangkan model serupa demi tegaknya izzul Islam wal Muslimin,” ungkapnya.

Harapan pun tumbuh agar silaturahmi antara Majelis Tabligh PP Muhammadiyah dan Pondok Pesantren Sidogiri menjadi awal kebangkitan ekonomi umat yang penuh keberkahan.

Sementara itu, dari Pengurus Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Sidogiri, Saiful Ulum menjelaskan, Kopontren Sidogiri pertama kali berdiri tahun 1962. Saat ini menjadi jaringan ritel terbesar di Indonesia yang dikelola oleh lembaga Pesantren.

Sidogiri juga tengah menyiapkan langkah ekspansi terukur melalui konsep mini Basmalah yang menyasar lokasi-lokasi strategis seperti terminal, stasiun, rumah sakit, dan kampus. Data 2024 menunjukkan perkembangan mengesankan: 289 Toko Basmalah telah tersebar di 16 kabupaten/kota di Jawa Timur

Exit mobile version