Jakarta, panjimas — Sebuah momentum bersejarah terjadi di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu, 29 November 2025. Pasalnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed., hadir SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo (Miosi), Jalan Sungon 1A-C Suko, Sidoarjo, Jawa Timur.
Dia hadir sebagai pembicara dalam Semarak Milad Ke-113 Muhammadiyah sekaligus untuk meresmikan gedung baru amal usaha Muhammadiyah (AUM) yang dikelola Pimpinan Cabang Muhamamdiyah (PCM) Sidoarjo. Acara berlangsung mulai pukul 12.30 hingga 14.30 WIB di Aula Masjid At-Tanwir SMP Miosi.
Dalam sambutannya, Prof. Abdul Mu’ti menekankan pentingnya fasilitas yang memadai untuk menunjang pelayanan.
“Fasilitas sebagai ikhtiar pelayanan sarana prasarana yang sebaik-baiknya, jangan berharap pelayanan maksimal jika fasilitas belum memadai. Mudah-mudahan bangunan-bangunan yang ada tetap terpelihara dengan baik,” ujarnya.
Acara peresmian melibatkan tiga gedung, yaitu Gedung Buya Hamka SD Muhammadiyah 1 Pucanganom Sidoarjo (SD Muhida); Masjid At-Tanwir SMP Muhammadiyah 10 Suko Sidoarjo (SMP Miosi); dan Gedung Jenderal Sudirman SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo (SMP Musasi).
Masjid At-Tanwir SMP Miosi
Nama At-Tanwir dipilih sebagai simbol semangat pencerahan.
Kepala Miosi periode 2017–2025, Moch. Muqhir S.Ag, M.Pd., menjelaskan, “Masjid At-Tanwir terinspirasi dari Muhammadiyah yang identik dengan pencerahan, agar menjadi tempat kaderisasi dan pusat dakwah yang mampu mencerahkan jamaah serta masyarakat sekitar.”
Harapan serupa disampaikan Ketua PCM Sidoarjo, Noerwachid Soeprijanto. Menurutnya, Masjid At -Tanwir tidak hanya akan dimanfaatkan oleh Miosi, tetapi juga menjadi pusat perkaderan dan pelayanan masyarakat sekitar.
Pembangunan Masjid At Tanwir dimulai pada Maret 2024 dan diserahterimakan pada 13 September 2025. Total biaya pembangunan mencapai Rp 6,3 miliar, bersumber dari APBD Provinsi Jawa Timur untuk pembangunan pondasi, serta dukungan anggaran PCM Sidoarjo, SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo, dan SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (Smamda).
Masjid tiga lantai ini mengusung warna kombinasi putih, hijau, merah, dan kuning. Lantai pertama berfungsi sebagai aula serbaguna dengan kapasitas 200 orang, dilengkapi panggung berukuran panjang 7,5 meter dan lebar 3,6 meter. Lantai kedua menjadi ruang utama masjid dengan daya tampung jamaah hingga 300 orang. Sementara lantai tiga rencananya akan difungsikan sebagai asrama one day boarding school.
Rencananya tahun depan, lantai tiga akan digunakan sebagai tempat menginap siswa pada kegiatan one day boarding school, salah satu program unggulan Miosi yang menginap satu pekan sekali untuk pendalaman materi keagamaan.
Gedung ini juga dilengkapi fasilitas inklusif, termasuk tangga untuk penyandang disabilitas di lantai satu dan dua, dirancang khusus bagi mereka yang mengalami keterbatasan mobilitas.
Dengan peresmian ini, SMP Miosi dan PCM Sidoarjo semakin menegaskan komitmen mereka dalam membangun sarana pendidikan dan pusat pencerahan yang ramah, inklusif, dan mendukung pengembangan kader Muhammadiyah di Sidoarjo
