Panjimas – Kritik dan saran Dino Patti Djalal kepada Menlu Sugiono sebenarnya biasa-biasa dan wajar-wajar saja dimana Dinno Patti Djalal mengharapkan agar Sugiono sebagai Menlu membuka diri untuk berdialog dan berkomunikasi dengan elemen masyarakat terutama elemen masyarakat yang ada di dalam negeri.
Hal ini penting dilakukan sugiono menurut Dino supaya masyarakat tahu tujuan, arah dan strategi politik luar negeri yang dilakukan oleh Sugiono sehingga diharapkan masyarakat juga akan ikut berkontrobusi dalam menyukseskan program politik luar negeri yang sudah digariskan oleh menlu sugiono tersebut.
Tetapi jika situasi dan kondisi yang ada saat ini terus berlanjut dimana terlihat dengan jelas tidak adanya komunikasi yang baik antara Menlu dengan elemen masyarakat yang ada maka tentu potensi yang kita miliki sebagai bangsa tidak akan bisa dimaksimalkan.
Tetapi sayang kritik dan saran Dino Patti Djalal ini telah disikapi negatif oleh salah seorang menteri yang ada dalam kabinet Prabowo yang kesannya right or wrong is my friend. Padahal yang harus kita jadikan ukuran dalam menilai sebuah kepemimpinan bukanlah masalah kedekatan kita dengan sang pemimpin dan juga tidak dilihat hanya dari sisi hasil yang dicapai tapi juga dari sisi proses.
Dino Patti Djalal tampak lebih banyak melihat dari aspek prosesnya karena mungkin dalam pandangan Dino Patti Djalal jika prosesnya baik dan bagus maka tentu hasilnya juga akan baik dan bagus karena bagaimanapun juga hebatnya kita berdiplomasi dalam pentas global jika keadaan di dalam negeri tidak mendukung maka tentu dunia akan mentertawakan kita.
Keseimbangan inilah yang hendak dijaga oleh Dino Patti Djalal. Oleh karena itu sebagai mantan wakil menteri luar negeri dia ingin Sugiono sukses dalam memimpin politik luar negeri Indonesia.
Sebuah keinginan yang baik tentunya tapi direspon negatif oleh menteri yang mengurusi masalah HAM. Kasihan sekali kita dengan bangsa dan negara ini karena mendapatkan pemimpin yang alergi terhadap kritik dan tidak mau mendengar serta memperhatikan suara rakyat.
Hal ini tentu saja sangat kita sesalkan karena hal demikian jelas akan berdampak tidak hanya terhadap pihak yang dikritik dan menteri yang membelanya malahan celakanya juga akan bisa merusak citra dari pemimpin yang diatasnya yaitu Presiden Prabowo sendiri.dan kita tentu saja tidak mau hal itu terjadi.
Anwar Abbas
Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan
