NasionalNews

Mendikdasmen Pimpin Upacara di Aceh Tamiang, Teguhkan Komitmen Pulihkan Pendidikan Pascabencana

47
×

Mendikdasmen Pimpin Upacara di Aceh Tamiang, Teguhkan Komitmen Pulihkan Pendidikan Pascabencana

Sebarkan artikel ini

Aceh, panjimas — Di tengah proses pemulihan pascabencana, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memastikan hak belajar murid tetap terpenuhi.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan upacara bendera pada hari pertama semester genap tahun pelajaran 2025/2026 di SMAN 4 Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Senin (5/1/26), yang dipimpin langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti.

Pelaksanaan upacara ini menjadi simbol dimulainya kembali aktivitas belajar-mengajar secara bertahap di tengah proses pemulihan pascabencana.

Dalam amanatnya, Abdul Mu’ti menekankan bahwa hari pertama sekolah memiliki makna penting sebagai momentum kebangkitan dan penguatan semangat belajar murid. Ia mengajak seluruh warga satuan pendidikan untuk tetap bersyukur dan menjaga optimisme, meskipun proses pemulihan belum sepenuhnya selesai.

“Musibah menempa kita menjadi pribadi yang lebih kuat, tabah, dan kreatif,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kehilangan akibat bencana tidak boleh menghilangkan cita-cita dan harapan murid sebagai generasi penerus bangsa. Menurutnya, pendidikan harus tetap berjalan dalam kondisi apa pun karena semangat belajar mampu melampaui keterbatasan sarana dan prasarana.

“Anak-anak adalah harapan Indonesia masa depan. Jangan pernah berhenti bercita-cita dan jangan kehilangan semangat. Keterbatasan tidak boleh mematahkan tekad untuk terus belajar dan memperbaiki diri,” tuturnya.

Menteri Mu’ti juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, para guru, tenaga kependidikan, serta masyarakat yang telah bergotong royong memastikan pembelajaran kembali berlangsung.

Ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah pada hari pertama sekolah merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam mendampingi proses pemulihan pendidikan secara bersama-sama.

Sebagai bagian dari upaya pemulihan, Kemendikdasmen terus mempercepat perbaikan sarana dan prasarana pendidikan yang terdampak bencana. Sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan diprioritaskan untuk menerima bantuan pemulihan dan revitalisasi, termasuk perbaikan ruang belajar, meja, dan kursi agar kegiatan belajar-mengajar dapat berlangsung lebih layak dan aman.

Menteri Mu’ti juga memastikan bahwa Kemendikdasmen akan mengalokasikan anggaran revitalisasi secara berkelanjutan bagi satuan pendidikan yang masih dalam proses pemulihan, termasuk melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan pada tahun anggaran 2026. Program ini diharapkan mampu menghadirkan ruang belajar yang lebih baik guna mendukung pembelajaran yang bermutu dan berkelanjutan.

“Pemulihan pendidikan bukan hanya soal membuka kembali sekolah, tetapi memastikan anak-anak dapat belajar dengan penuh semangat dan optimisme. Pemerintah akan terus hadir agar proses pemulihan ini berjalan menyeluruh, sehingga pendidikan tetap menjadi jalan utama menuju masa depan yang lebih baik,” ujar Mendikdasmen.

Usai pelaksanaan upacara, dia menyapa sejumlah satuan pendidikan di wilayah terdampak bencana lainnya secara daring, di antaranya Provinsi Sumatra Utara dan Provinsi Sumatra Barat. Dalam dialog tersebut, ia berdiskusi dengan para kepala sekolah, guru, dan murid untuk memastikan kesiapan pembelajaran serta memberikan dukungan moral agar proses belajar-mengajar kembali berjalan dengan aman dan bermakna.

Selanjutnya, Menteri Mu’ti meninjau langsung ruang kelas SMAN 4 Kejuruan Muda untuk berdialog dengan para murid. Ia mendengarkan pengalaman murid terkait peristiwa banjir bandang yang melanda wilayah tersebut sekaligus memberikan penguatan psikososial agar para murid tetap memiliki semangat, optimisme, dan keberanian untuk bangkit melanjutkan proses belajar.

Bantuan Terdampak Bencana Banjir Bandang
Sebagai bentuk kepedulian dan dukungan nyata, Menteri Mu’ti secara simbolis menyerahkan kurang lebih 2.000 paket school kit berupa tas, alat tulis, dan seragam kepada murid serta sekolah terdampak.

Selain itu, diberikan pula dukungan berupa voucher uang tunai untuk membantu pembersihan sisa material banjir di lingkungan sekolah wilayah Kabupaten Aceh Tamiang dan Kota Langsa.

Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan belajar murid sekaligus menumbuhkan kembali semangat mereka dalam mengikuti pembelajaran pascabencana.

Senin (5/1/26)
Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Pembelajaran pada Satuan Pendidikan Terdampak Bencana
Sebagai pedoman pelaksanaan pembelajaran, Kemendikdasmen telah menetapkan Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Pembelajaran pada Satuan Pendidikan Terdampak Bencana yang bertujuan memastikan layanan pendidikan tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan, kesejahteraan, dan pemulihan murid pascabencana.

Dalam petunjuk teknis tersebut, satuan pendidikan tetap mengacu pada kurikulum nasional dengan penyesuaian fleksibel sesuai kondisi dan tingkat dampak bencana. Penyesuaian difokuskan pada materi esensial, khususnya yang mendukung pemulihan psikososial, kesehatan dan keselamatan diri, mitigasi bencana, serta penguatan literasi dan numerasi.

Pembelajaran dilaksanakan secara adaptif dan kontekstual, mempertimbangkan kesiapan sarana prasarana, kondisi lingkungan sekolah, serta keadaan fisik dan psikologis murid. Satuan pendidikan dapat memanfaatkan ruang belajar alternatif, kelas darurat, maupun pengaturan waktu belajar yang disesuaikan agar pembelajaran tetap berlangsung aman dan bermakna.

Penilaian hasil belajar dilaksanakan secara fleksibel, tidak semata-mata berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada kehadiran, partisipasi, proses belajar, serta kenyamanan murid. Guru diberikan kewenangan menyesuaikan metode asesmen sesuai kondisi lapangan.

Petunjuk teknis ini juga mendorong penguatan kolaborasi antara satuan pendidikan, pemerintah daerah, orang tua, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan suportif, sehingga sekolah menjadi ruang pemulihan sekaligus penguatan karakter murid di tengah situasi pascabencana.

Melalui penerapan petunjuk teknis ini, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk memastikan hak belajar murid tetap terpenuhi serta menjamin keberlanjutan pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada pemulihan di wilayah terdampak bencana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *