MuhammadiyahNasionalNews

Menjaga Asa Pendidikan Pascabencana, Muhammadiyah Sumbar Gelar Rapat Pleno Gabungan

47

Jakarta, panjimas – Menyikapi dampak musibah banjir bandang yang melanda wilayah Saniangbaka dan berimbas pada dunia pendidikan, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Solok, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), serta jajaran pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah menggelar Rapat Pleno Gabungan pada Selasa, 6 Januari 2026. Rapat berlangsung di Sekretariat PDM Kabupaten Solok dan dipimpin langsung oleh Ketua PDM Kabupaten Solok, Buya Darman.

Rapat pleno ini menjadi forum musyawarah penting untuk menyerap aspirasi, mendengarkan pandangan, serta merumuskan langkah strategis guna memastikan kelancaran dan keberlangsungan pendidikan Muhammadiyah, khususnya MTs Muhammadiyah Saniangbaka, yang terdampak langsung oleh bencana banjir bandang beberapa waktu lalu.

Hardinalis Kobal 2
Kerusakan sarana dan prasarana akibat bencana tersebut menuntut adanya solusi yang tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga berorientasi jangka panjang.

Dalam pengantarnya, Buya Darman menegaskan bahwa Muhammadiyah memiliki komitmen kuat untuk tetap hadir di tengah umat, terutama dalam situasi sulit pascabencana. Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu pilar utama Persyarikatan yang harus dijaga keberlangsungannya dalam kondisi apa pun.

“Musibah ini adalah ujian bagi kita semua. Namun, Muhammadiyah tidak boleh berhenti pada keprihatinan. Kita harus melangkah dengan perencanaan yang matang agar pendidikan tetap berjalan dan bahkan menjadi lebih kuat ke depan,” ujar Buya Darman
di hadapan peserta rapat.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat, Dr. Bahtiar, dalam pemaparannya menyampaikan pentingnya melihat kondisi di lapangan secara komprehensif. Ia menilai bahwa dampak banjir bandang terhadap Gedung MTs Muhammadiyah Saniangbaka perlu disikapi dengan kebijakan strategis yang mengedepankan keberlanjutan dan efektivitas pengelolaan amal usaha pendidikan.

Dr. Bahtiar mengusulkan agar pembangunan kembali MTs Muhammadiyah Saniangbaka dipertimbangkan untuk disatukan lokasinya dengan MA Muhammadiyah yang telah berdiri saat ini.

Menurutnya, kedua lembaga tersebut sama-sama merupakan amal usaha Muhammadiyah, sehingga integrasi lokasi dinilai dapat memperkuat sinergi, efisiensi pengelolaan, serta pembinaan peserta didik secara berkelanjutan.

“Kalau kita melihat kondisi lapangan dan memikirkan masa depan, penyatuan lokasi MTs dan MA akan memberi banyak keuntungan. Keduanya milik Muhammadiyah dan memiliki tujuan yang sama dalam mencerdaskan generasi umat,” ungkap Dr. Bahtiar.

Usulan tersebut mendapatkan sambutan positif dari pimpinan kedua amal usaha pendidikan. Reginal Maukar, selaku pimpinan MTs Muhammadiyah Saniangbaka, menyatakan kesiapan dan dukungannya terhadap langkah yang diambil Persyarikatan demi kepentingan peserta didik dan keberlangsungan lembaga.

Hal senada juga disampaikan oleh Andi Asmar, pimpinan MA Muhammadiyah. Dalam sambutannya, ia menyampaikan persetujuan dan komitmen untuk bersinergi jika rencana tersebut direalisasikan. Menurutnya, penyatuan lokasi bukan sekadar solusi teknis, tetapi juga peluang untuk meningkatkan mutu pendidikan Muhammadiyah secara terpadu.

“Ini bukan hanya soal gedung, tetapi tentang masa depan anak-anak kita dan kualitas pendidikan Muhammadiyah di Saniangbaka. Kami siap mendukung dan bersinergi,” ujar Andi Asmar.

Meski demikian, rapat pleno juga menekankan bahwa rencana tersebut perlu disertai dengan sosialisasi yang menyeluruh kepada warga Persyarikatan Muhammadiyah.

Sosialisasi dinilai penting agar seluruh elemen, baik yang berada di kampung halaman maupun yang berada di perantauan, memahami latar belakang, tujuan, serta manfaat dari kebijakan yang akan diambil.

Rapat Pleno Gabungan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam proses pemulihan dan penguatan pendidikan Muhammadiyah pascabencana.

Dengan semangat musyawarah dan kebersamaan, Muhammadiyah bertekad menjaga asa pendidikan tetap menyala, sekaligus menjadikannya sebagai fondasi kebangkitan umat di tengah berbagai tantangan.

Exit mobile version