Jakarta, panjimas — Suasana Auditorium The Millennium Building (TMB) lantai 4 Mudipat, Jalan Pucang Anom No. 93, Kertajaya, Surabaya, tampak hidup sejak pagi, Sabtu (10/1/2026).
Puluhan kontributor dan penulis Klikmu.co dari berbagai amal usaha Muhammadiyah serta kader organisasi otonom (ortom) se-Kota Surabaya berkumpul dalam Ngopi Bareng Klikmu Jilid 4, sebuah forum literasi yang dikemas santai, akrab, namun sarat gagasan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Milad Ke-8 Klikmu, mengusung tema “Mengokohkan Literasi Digital dan Narasi dalam Pendidikan Bermutu”—tema yang dinilai relevan dengan tantangan pendidikan dan dakwah di era digital yang terus bergerak cepat.
Tepat pukul 09.00 WIB, acara dibuka oleh Abdul Muiz, S.Pd., M.Pd. selaku pembawa acara. Dengan pantun-pantun ringan yang diselipkan penuh makna, Abdul Muiz berhasil mencairkan suasana sekaligus menegaskan karakter kegiatan ini: santai seperti ngopi bersama, tetapi bernas dalam substansi.
Acara semakin bermakna dengan kehadiran Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, Drs. H. Suhadi M. Sahli, M.Ag. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi loyalitas para kontributor Klikmu yang terus konsisten berdakwah melalui literasi dan media digital.
“Kehadiran para kontributor ke tempat ini menunjukkan loyalitas para penulis dan kontributor dalam dakwah Muhammadiyah melalui Klikmu,” ujar Suhadi.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa media sosial dan ekonomi merupakan dua kekuatan strategis di era modern. Keduanya, menurutnya, sangat menentukan arah kehidupan sosial, politik, hukum, bahkan kekuasaan.
“Dua kekuatan besar: media sosial dan ekonomi. Jika dikelola dengan bijak, keduanya dapat menguasai berbagai aspek kehidupan. Muhammadiyah harus hadir menguasai keduanya dengan dakwah pembeda demi keberhasilan Muhammadiyah dan Islam,” tegasnya.
Tidak berhenti pada sesi sambutan, Ngopi Bareng Klikmu Jilid 4 juga menghadirkan workshop penguatan kapasitas penulis dan kontributor. Sesi ini dirancang untuk meningkatkan kualitas literasi digital, keterampilan menulis, serta kemampuan membangun narasi edukatif yang berdaya guna bagi masyarakat luas.
Dengan kemasan yang santai namun sarat edukasi, kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi, refleksi, sekaligus penguatan peran literasi digital dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu. Forum ini menegaskan bahwa dakwah melalui tulisan dan media digital bukan hanya relevan, tetapi juga strategis dalam menjawab tantangan zaman













