NasionalNews

BPOM Dukung PPJAI Kembangkan Obat Herbal Terstandar

26

 

Jakarta, panjimas – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan dukungan penuh terhadap Perkumpulan Pelaku Jamu Alami Indonesia (PPJAI) dalam mengembangkan obat herbal terstandar (OHT) dan rencana ekspor jamu ke pasar Amerika Serikat.

Kepala BPOM Prof. Dr. Taruna Ikrar menerima audiensi delegasi PPJAI yang dipimpin Ketua Dewan Pembina Mukit Hendrayatno dan Ketua Umum Heri Susanto. Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari misi dagang PPJAI ke Amerika Serikat pada November 2025 lalu, di mana mereka telah mengunjungi guna menjajaki kerja sama dengan Amazon Fulfillment Center dan Kedutaan Besar RI.

“Kami apresiasi langkah PPJAI yang serius mempersiapkan ekspor jamu dengan standar internasional. BPOM siap memberikan pendampingan teknis untuk pengembangan obat herbal terstandar hingga memenuhi persyaratan FDA (Food and Drug Administration),” ujar Prof. Taruna.

Dalam audiensi tersebut, turut hadir Direktur Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik (OTSK) Dian Putri Anggraweni serta Direktur Registrasi OTSK Imelda Ester Riana P. Delegasi PPJAI melibatkan delapan pengurus termasuk Dewan Pakar.

*Lima Agenda Strategis*

PPJAI mengajukan lima poin penting dalam audiensi. Pertama, melaporkan perkembangan organisasi sebagai wadah pelaku jamu alami Indonesia. Kedua, meminta dukungan BPOM untuk pendampingan dalam pengembangan obat herbal terstandar.

Ketiga, menjadikan Banyumas Raya sebagai pusat pengembangan dan hilirisasi susu kambing. Keempat, meminta asistensi perizinan FDA untuk ekspor jamu ke Amerika Serikat. Kelima, mengundang Kepala BPOM hadir dalam Musyawarah Nasional PPJAI dalam waktu dekat.

“Setelah kami mempelajari sistem Fulfillment by Amazon dan bertemu KBRI Washington, langkah selanjutnya adalah memastikan produk jamu yang akan diekspor memenuhi syarat FDA. Hal yang dapat mendukung nilai produk adalah meningkatkan level obat bahan alam dari jamu menjadi obat herbal terstandar,” jelas Heri Susanto.

Mukit Hendrayatno menambahkan, Sebagian anggota PPJAI telah memenuhi standar Good Manufacturing Practice (GMP). “Dukungan BPOM akan mempercepat proses sertifikasi dan meminimalkan hambatan regulasi, sehingga agenda ekspor perdana ke Amerika Serikat bisa segera terealisasi,” katanya.

Audiensi ini menjadi momentum penting bagi industri jamu nasional untuk menembus pasar global dengan standar mutu dan keamanan yang terjamin, sekaligus mengangkat warisan Nusantara menjadi ikon kesehatan dunia.

Exit mobile version