MuhammadiyahNasionalNews

Muhammadiyah Sumbar Proteksi Dai Lewat Jaminan Sosial

52

Sijunjung, panjimas – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat memperkokoh jaring pengaman sosial bagi para pejuang dakwahnya.

 

Di sela agenda pleno Musyawarah Pimpinan (Musypim) ke-2 Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat Minggu, 8 Februari 2026 di Muaro Sijunjung, PWM Sumbar resmi menjalin kerja sama strategis dengan BPJS Ketenagakerjaan Padang. Sinergi ini bertujuan memberikan perlindungan bagi dai, relawan, hingga penggerak amal usaha dari risiko kecelakaan kerja dan kematian.

 

Langkah ini menjadi jawaban atas kerentanan sosial yang selama ini membayangi para aktivis persyarikatan. Meski sebagian besar telah memiliki akses jaminan kesehatan, cakupan terhadap risiko kecelakaan saat menjalankan tugas dakwah di lapangan sering kali luput dari perhatian.

 

Kini, melalui skema kepesertaan Bukan Penerima Upah (BPU), para penggerak organisasi dapat terlindungi dengan iuran yang sangat terjangkau, yakni Rp16.800 per bulan atau Rp126.000 untuk paket tahunan.

 

Mitigasi Risiko Dakwah

 

Ketua PWM Sumatera Barat, Buya Dr. Bakhtiar, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk konkret kehadiran organisasi dalam melindungi “garda terdepan” persyarikatan. Menurutnya, mobilitas dai dan relawan Muhammadiyah, seperti personel MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) dan Kokam, memiliki risiko tinggi yang harus dimitigasi secara sistematis.

 

“Kami berharap perlindungan ini menjadi ketenangan batin bagi para pejuang dakwah. Dengan adanya jaminan kecelakaan kerja dan santunan kematian, kita tidak hanya menjaga semangat dakwah mereka, tetapi juga memastikan ada sandaran ekonomi bagi keluarga yang ditinggalkan jika terjadi musibah,” jelas Buya Bakhtiar.

 

Senada dengan itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Payakumbuh, Ustadz Dr. Irwandi Nashir, yang turut hadir menyaksikan penandatanganan tersebut, memberikan apresiasi tinggi.

 

Ia menilai kebijakan ini sebagai terobosan yang humanis dan sangat dinantikan di tingkat daerah.

 

 

“Ini adalah langkah maju. Kami di PDM Payakumbuh menyambut positif kerja sama ini karena langsung menyentuh akar rumput, mulai dari imam, muballigh marbot masjid, hingga guru-guru madrasah, ” harapnya optimis.

 

Implementasi Hingga ke Ranting

 

Implementasi MoU ini ditargetkan segera menjangkau seluruh tingkatan organisasi hingga ke ranting-ranting di pelosok Sumatera Barat.

 

Dengan skema ini, setiap personel yang mengalami insiden saat bertugas akan mendapatkan hak layanan medis sepenuhnya tanpa dibebani biaya yang membengkak.

 

Melalui benteng pertahanan ekonomi ini, Muhammadiyah Sumatera Barat berupaya memastikan bahwa misi kemanusiaan dan dakwah amar makruf nahi munkar di ranah Minang tetap berdenyut kuat, didukung oleh sistem proteksi yang profesional dan berkelanjutan.

Exit mobile version