BeritaInternasionalMendikdasmenNews

Kematian Ali Khamenei, Sulitnya Mencari Pemimpin Dunia yang Berani dan Berhati Nurani

46

Sedih juga melihat sedikitnya kepala negara dan pemerintahan di dunia yang menyatakan ikut berduka cita dan berbelasungkawa atas meninggal dan terbunuhnya Ayatullah Ali Khamenei pemimpin tertinggi negara republik Islam Iran.

Untung ada Presiden Putin dari Rusia dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif serta menteri luar negeri China Wang Yi yang mau memberikan rasa simpatinya terhadap meninggalnya Ali Khamenei. Mengapa demikian ?

Mungkin masih banyak kepala negara dan pemerintahan di dunia yang takut menyatakan sikapnya disebabkan banyak hal yang harus mereka pertimbangkan sebagai dasar untuk tidak dan atau belum menyampaikan ucapan belasungkawanya.

Diantaranya pertama mereka masih melihat situasi apakah aman atau tidak bagi negara dan pemimpin mereka jika menyampaikan ucapan belasungkawa, sebab mereka takut jika salah kalkulasi dicap mendukung Iran oleh AS.

Kedua mungkin juga karena mereka takut akan di Madurokan dan atau di Khameneikan oleh Donald Trump. Sementara disisi lain kita lihat sekutu-sekutu AS dan israel tampak bergembira ria dengan tewasnya Ali Khamenei.

Juru bicara pemerintah Perancis, Maud Bregon misalnya dengan tegas menyambut gembira kematian Ali Khamenei. Begitu juga Presiden komisi Eropa Ursula Von der Leyen yang menyatakan kegembiraannya.

Dia melihat kematian Khamenei akan dapat membuka harapan baru bagi rakyat Iran. Tapi menurut saya harapan baru itu bukan bagi rakyat Iran tapi adalah bagi Uni Eropa dan AS serta israel untuk dapat lebih mudah mengendalikan dan mendikte iran di masa depan. Tragis memang.

Kita melihat dunia yang semakin tidak beradab dan tidak berhati nurani dimana mereka tidak lagi dapat menghormati dan menghargai jiwa manusia.

Anwar Abbas

Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan

Exit mobile version